WeLab Akan Caplok Bank Jasa Jakarta dan Bangun Bank Digital

WeLab Akan Caplok Bank Jasa Jakarta dan Bangun Bank Digital
©Forbes

Market News – Konsorsium WeLab Sky akan mencaplok Bank Jasa Jakarta. Unicorn fintech asal Hong Kong ini dikabarkan telah berhasil mengumpulkan US$240 juta atau setara dengan Rp3,43 triliun (asumsi kurs Rp14.300/US$) untuk membeli 24 persen saham milik BJJ.

Pihaknya juga akan memanfaatkan peluang di Indonesia untuk membangun bank digital pada paruh kedua tahun depan. Mereka menilai, Indonesia merupakan salah satu pasar keuangan terbesar di Asia, dengan perkiraan 77 persen dari 270 juta penduduk tanpa bank atau kekurangan layanan perbankan.

“Indonesia, dengan lebih dari 180 juta konsumen muda yang melek teknologi, memberikan peluang besar bagi kami untuk memperkenalkan layanan perbankan digital bagi mereka yang sekarang tidak mampu memperoleh layanan perbankan apa pun,” kata Simon Loong, salah satu pendiri dan kepala eksekutif WeLab, seperti dilansir CNBC Indonesia, Selasa (7/12).

Nantinya, WeLab akan meminta persetujuan dari otoritas di Indonesia untuk membeli sisa saham demi kendali mayoritas bank. Pihaknya sendiri tidak memberikan besaran harga pasti dan rincian transaksi pembelian saham tersebut.

WeLab sebelumnya sudah membentuk joint venture dengan konglomerat otomotif PT Astra International Tbk (ASII) pada 2018. Bernama PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA), perusahaan ini bergerak di bidang fintech dengan kategori peer-to-peer lending yang menggunakan big data dan machine learning untuk memberikan nilai kredit dan persetujuan pinjaman dengan cepat dan berkualitas.

Kehadiran WeLab ke depan tentu akan membuat persaingan bank digital di Indonesia makin ramai. Apalagi sebelumnya grup perbankan Singapura DBS Group Holdings dan United Overseas Bank Ltd (UOB) telah meluncurkan hal serupa. Ditambah lagi, raksasa transportasi online Gojek juga menggenggam lebih dari 21 persen saham PT Bank Jago Tbk (Arto).

“Kami sangat sedang menyambut WeLab sebagai pemegang saham baru untuk membawa BJJ ke era perbankan digital baru,” ujar Handrie Wirawan, Presiden Direktur BJJ.

Dalam upayanya melakukan transformasi digital sejak 2018, inisiatif strategis itu, menurutnya, sejalan dengan komitmen dan visi Bank Jasa Jakarta dalam menawarkan layanan perbankan digital kepada lebih banyak nasabah.

Baca juga: