Winter is Coming, Peringatan Penting Presiden Jokowi bagi Dunia

Winter is Coming, Peringatan Penting Presiden Jokowi bagi Dunia
Jokowi of The House of Indonesia

Nalar PolitikWinter is coming. Demikian peringatan penting Presiden Jokowi bagi dunia. Itu disampaikan dalam pidato di pertemuan tahunan IMF-World Bank. Jokowi mampu mendulang pujian dari pemimpin lembaga keuangan dunia yang sedang berkumpul di Bali, Jumat (12/10).

“Pidato Presiden Jokowi wow! Membawa pidato pembukaan ke level yang lebih tinggi,” kata Managing Director IMF Christine Lagrde.

Pujian juga datang dari Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

“Saya harus akui ketika mendengar sambutan Presiden Joko Widodo. Saya berpikir sebaiknya kita pulang, karena tidak bisa memberikan pidato yang baik seperti Joko Widodo,” kata Jim Yong Kim dengan nada bercanda.

Sebelumnya, melalui pidato, Presiden Jokowi mengibaratkan kondisi ekonomi dunia saat ini seperti di serial Game of Thrones yang populer di Amerika.

“Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa winter is coming,” kata Presiden Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.

Istilah winter is coming merujuk pada ucapan House Stark di Game of Thrones untuk memperingatkan kaumnya agar selalu waspada menghadapi ancaman musim dingin. Secara umum, istilah tersebut adalah peringatan menghadapi masa kegelapan yang bisa datang sewaktu-waktu.

Dalam serial Game of Thrones, terdapat sejumlah great houses atau kelompok yang menguasai beberapa wilayah, great families. Mereka bertarung hebat satu sama lain untuk mengambil alih kendali Iron Throne.

Secara keseluruhan, serial itu menggambarkan perebutan kekuasan di antara great houses. Tampak di sana bagaimana sesama great houses berjaya dengan menjatuhkan yang lainnya.

“Namun, mereka lupa tatkala para great houses sibuk bertarung. Mereka tidak sadar ada ancaman besar dari Utara, yaitu orang Evil Winter yang ingin rusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran,” kata Jokowi.

Pada akhirnya, mereka sadar, tidak penting lagi siapa yang akan menang dalam kompetisi. Tetapi, imbau Jokowi, lebih baik menggalang kekuatan bersama. Itu untuk kalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi, dan dunia tidak porak-poranda.

Dalam konteks itulah Presiden Jokowi menilai hubungan antarnegara ekonomi maju saat ini terlihat seperti Game of Thrones.

Balance of power dan aliansi antarnegara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan. Lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah. Peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang,” terang Presiden meyakinkan.

Itu sebabnya Jokowi menekankan ancaman global hanya bisa diatasi jika negara-negara di dunia bekerja sama dan berkolaborasi. Bukan saling menjatuhkan yang pada akhirnya hanya merusak semuanya.

“Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam,” tegas Presiden.

Begitulah. Sesuai Presiden Jokowi berpidato, para pembuat kebijakan ekonomi dunia yang hadir pun bangun sembari bertepuk tangan.

Sebuah pesan bijak yang berfokus pada win-win solution: sama-sama menang. Dalam pepatah kita: kalah jadi abu, menang jadi arang.