Wulanjarngirim

Wulanjarngirim
©Blogspot

Pernah dengar apa itu Wulanjarngirim?

Nalar Warga – Bila benar bahwa alam semesta ini diciptakan untuk manusia seperti ajaran agama kita, bukankah itu sia-sia belaka?

Dalam kitab suci, ungkapan bahwa itu diciptakan bagi manusia dengan jelas tertulis di sana. Dengan iman kita percaya.

Lantas, bagaimanakah caranya agar itu tak pernah sia-sia? Bukankah frase “diciptakan untuk manusia” juga berarti berguna dan seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan umat manusia? Bukankah sesuatu yang dikatakan berguna bagi kita, namun di sisi lain itu juga tak pernah bisa kita jangkau benar adanya hanya sia-sia belaka?

Pernah nonton film layar lebar Avatar? Konon tempat bernama Alpha Centauri itu adalah sebuah tata surya lain, yang sama seperti tata surya kita di mana matahari sebagai bintang adalah pusatnya.

Sama seperti tata surya kita, dia juga berada di dalam galaksi Bima sakti. Konon sistem tata surya pada Alpha Centauri ini adalah tetangga paling dekat yang pantas kita kunjungi kelak.

Ada planet dengan “mataharinya” yang diperkirakan mirip banget dengan keadaan bumi kita. Menurut para peneliti, bukan hal mustahil itu adalah salah satu tempat ideal dapat menopang kehidupan kita kelak atau saat harus mengungsi bila bumi sudah tak lagi bersahabat.

Tahukah berapa jarak harus kita tempuh bila kita ingin bersilaturahmi ke sana? Dia berjarak 4,3 tahun cahaya. Terus bagaimana cara membayangkan jarak sejauh 4,3 tahun cahaya itu?

Bila jarak Jakarta-Semarang Anda mampu tempuh dengan hanya 4,5 jam saja, Anda termasuk golongan hell driver. Kecepatan rata-rata Anda adalah 100km/jam. Itu ngebut banget dan itu pun dijamin baru bisa terjadi pada kondisi jalan yang sangat sepi plus Anda benar-benar harus dalam kondisi seperti sedang dikejar setoran.

Pernah? Bila ya, pasti surat tilang elektronik sudah nunggu dan bertumpuk di rumah Anda.

Bila kecepatan itu kita anggap hebat dan dengan kecepatan semacam itu kita ingin pergi ke matahari, kita butuh waktu 171 tahun. Untuk sampai Alpha Centauri, kita butuh waktu 45 miliar tahun.

Dengan kecepatan seperti itu, pergi menuju pada keduanya tak mungkin kita lakukan. Jatah umur kita tak sampai pada angka itu.

Bagaimana bila kita memakai ukuran kecepatan pesawat terbang yang biasa kita pakai dari Jakarta ke Jogja dan lebih cepat dari mobil dan hanya butuh waktu kurang dari 1 jam?

Bahkan bila menggunakan tolok ukur kecepatan pesawat tempur tercanggih di dunia yang kabarnya memiliki kecepatan 5 mach, (hampir 7-8 kali kecepatan pesawat komersial Jakarta-Jogja kita itu) pun kita masih harus butuh waktu 2 tahun 9 bulan untuk mencapai matahari dan mencapai Alpha Centauri butuh lebih dari 740 ribu tahun.

Sama, itu mustahil bagi jatah umur kita. Kita butuh reinkarnasi lebih dari 10.000 kali hanya untuk sampai ke tetangga terdekat.

Bagaimana ke tempat yang lebih jauh, padahal, ada miliaran tempat di luar sana menunggu kita bukan? “PHP doang dong apa yang ditulis di Kitab itu?”

Seharusnya ini tentang makna tafsir. Dalam Islam, dalam salah satu hadisnya, nabi pernah berkata, “Belajarlah sampai ke negeri Cina!”. Sementara, dalam kitab Kristen, Yesus juga pernah berkata, “Bila kalian punya iman sebesar biji sesawi, kamu akan dapat memindahkan gunung.”

Halaman selanjutnya >>>
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)