Xi Jinping, Antara Pertarungan One Belt One Road dan America First

Xi Jinping, Antara Pertarungan One Belt One Road dan America First
Ilustrasi Xi Jinping dan Mao Zedong (foto: nationalinterest.org)

Xi Jinping adalah presiden paling berpengaruh pasca Mao dan Deng Xiao Ping. Dia juga memperlihatkan visi politik yang jelas dengan mendorong proyek nasional prakarsa One Belt One Road.

Dalam kongres rakyat nasional Cina kemarin, PKC (Partai Komunis Cina) melakukan perubahan tentang masa jabatan presiden yang dua periode menjadi seumur hidup. Dalam kongres ini, hanya dua delegasi yang menentang perubahan itu. Tiga orang abstain, sementara sisanya, yaitu 2.964 suara, setuju.

Sebenarnya periode masa jabatan presiden hanya dibatasi 2 kali sejak masa Deng Xiao Ping untuk mencegah terjadinya kediktatoran seperti zaman Mao Zedong. Apakah China akan menuju era kediktatoran baru?

Xi Jinping adalah presiden paling berpengaruh pasca Mao dan Deng Xiao Ping. Dia juga memperlihatkan visi politik yang jelas dengan mendorong proyek nasional prakarsa One Belt One Road. Itu untuk membangun rute perdagangan global maupun rencana besar untuk menghapus kemiskinan pada tahun 2020.

One Belt One Road digagas Presiden Cina Xi Jinping pada September 2013. Inisiatif itu bertujuan membangun jaringan perdagangan dan infrastruktur yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Afrika di sepanjang rute perdagangan jalur sutra kuno. Jalur sutra kuno muncul sejak 207 sebelum masehi sebagai rute perdagangan dari China ke Eropa.

Visi one Belt one Road Xi Jinping ini untuk menunjang doktrin sosialisme ala China. Sosialisme dengan karakteristik Cina, yang berarti sosialisme disesuaikan dengan kondisi Cina, adalah ideologi resmi dari PKC mengaku didasarkan pada sosialisme ilmiah.

Dokumen politik ini, antara lain dukungan terhadap terciptanya ekonomi pasar sosialis yang dipimpin oleh sektor publik/negara. Menurut PKC, arah ini tidak meninggalkan Marxisme, melainkan sebagai langkah untuk mengakomodasi sistem ekonomi baru.

Konsep One Belt One Road ini menurut Xi Jinping juga akan menguntungkan negara-negara yang dilewati, termasuk Indonesia. Itulah kenapa China menggelontorkan banyak dana untuk membangun infrastruktur di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Untuk menunjang visi ambisius One Belt One Rood ini, China menggagas untuk mendirikan suatu lembaga keuangan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank).

Kenapa Cina dalam kongres rakyat nasional mengubah jabatan presiden Cina menjadi seumur hidup? Menurutku, ini adalah strategi Cina untuk merealisasikan proyek One Belt One Rood Xi Jinping untuk program strategis Cina 2050 sebagai kekuatan terbesar dunia dalam ekonomi, politik, dan militer.

Program ambisius inilah yang menurutku mendasari Presiden Donald Trump membuat program tandingan America First di mana AS juga bervisi untuk menghadang Cina dan menjadikan AS lebih nasionalistik dan proteksionis terhadap produk luar, terutama Cina.

AS juga mengkritik ekspansi Cina di Afrika terutama soal utang. America First artinya akan diterjemahkan dalam kebijakan perdagangan, investasi luar negeri, dan juga di dalam kebijakan lain yang biasanya dulu AS gunakan seluruh institusi sumber dayanya ataupun pengaruh hard policy sampai soft policy-nya di dunia.

Kemarin Trump juga mengganti menteri luar negeri Rex Tillerson dengan Pompeo. Mike Pompeo, direktur CIA dan mantan anggota Kongres Tea Party, yang menjalin hubungan dekat dengan presiden dan dipandang lebih selaras dengan kredo America First-nya Trump. Selama ini, Tillerson adalah salah satu yang komitmen pada perjanjian nuklir dengan Iran.

Apakah AS akan lebih fasis?

Dalam geopolitik global, AS dihadapkan pada dua kekuatan besar yang menjadi musuh tradisionalnya, yaitu Cina dengan ekonominya yang tidak bisa dibendung dan Rusia yang militernya berhasil menumbangkan pengaruh AS di Timur Tengah. Faktor ini yang menurutku menjadikan AS harus agresif tapi tetap hitung-hitung kekuatan strategis.

AS nggak mungkin bisa menghadang Cina dalam ekonomi karena Cina adalah pemegang surat utang AS terbesar. Begitu pun AS tidak mungkin bisa mengalahkan Rusia dalam militer. Makanya, jalan yang agak mudah adalah memecah belah kekuatan sekutu dari Rusia-Cina.

Bagaimana dengan visi poros maritim dunia dari Indonesia? Apakah bisa menghadang One Belt One Road China dan America First-nya AS?

Apakah menyebarnya teror di sebagian Negara-negara Afrika bukan salah satu cara untuk menghadang investasi Cina? Dua program AS dan Cina ini bukan hal main-main.

___________________

Artikel Terkait:
    Aly Mahmudi
    Latest posts by Aly Mahmudi (see all)