Yang Dian Sastro Teorikan Itu Adalah Jahat?

Yang Dian Sastro Teorikan Itu Adalah Jahat?
Dian Sastro & Teorinya

Nalar Politik – Aktris Dian Sastro membeberkan sebuah teori nasionalismenya. Ia tampak menegaskan, makin orang paham sejarah bangsa Indonesia, makin nasionalisme yang bersangkutan akan tinggi.

Hal tersebut ia ungkapkan di laman media sosialnya, Selasa (26/11). Ia tampilkan skema berbentuk Sistem Koordinat Kartesius dengan bubuhan kata-kata berikut:

“Gue punya teori: bahwa rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia itu berbanding lurus dengan luasnya wawasan dan pengetahuan kita terhadap sejarah dan kebudayaan bangsa kita.”

Dalam skemanya, Dian menggurat “pengetahuan/wawasan tentang siapa bangsa kita sebenarnya” di sumbu X. Sementara di sumbu Y, tertulis “rasa bangga sebagai orang Indonesia”.

Skema tersebutlah yang kemudian dijadikan patokan Dian untuk menilai rasa bangga seorang warga negara Indonesia berbanding lurus dengan pengetahuan dan wawasannya tentang sejarah dan budaya asli nusantara.

Artinya, makin tinggi cakupannya, makin kuat rasa identitas dan kepemilikan bangsa itu menurut teori Dian Sastro.

Dan teorinya, meski tak disebutkan, mengacu jelas ke kasus Agnez Mo, tentang pengakuannya yang menghebohkan (tidak berdarah Indonesia?).

Tetapi yang membuat geram sejumlah warganet adalah penghilangan frasa Agnez Mo di sisi “feel like you don’t belong there” pada skema yang Dian sodorkan. Sebagaimana diungkap akun @Samsoegi, terkesan upaya Dian mengikuti jejak Buni Yani.

“Kata-kata lengkapnya adalah I’m not gonna say that I felt like I don’t belong there yang maknanya she feels she belongs there. Ketika induk kalimat I’am not gonna say that dihilangkan dan hanya dicuplik anak kalimat I don’t belong there, artinya jadi berubah total. Please, jangan ikuti jejak Buni Yani yang hilangkan kata pakai dalam pidato Ahok.”

Dengan demikian, apakah bisa disebut bahwa yang Dian Sastro lakukan itu adalah jahat?

Baca juga: