Yang Kaitkan Gempa Lombok dengan Pilihan Politik TGB Itu Umat Siapa?

Tak Ada Kaitan Gempa Lombok dengan Pilihan Politik TGB
Foto: Kompas

Ada banyak orang menebar wacana bahwa gempa Lombok terkait erat dengan pilihan politik Tuan Guru Bajang selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat. Mereka menilai bahwa pilihan politik TGB, yang mendukung Jokowi sebagai calon presiden petahana, adalah penyebab terjadinya gempa. Bencana alam itu, yakin mereka, adalah bentuk azab Ilahi.

Hanya dalam hitungan hari setelah Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi, pulau Lombok dan sekitarnya digoncang gempa yang sangat dahsyat. Memakan banyak korban jiwa, juga rusaknya berbagai sarana dan infrastruktur.

Alih-alih mengungkapkan bela sungkawa dan berdoa agar masyarakat yang ditimpa musibah besar ini bisa bersabar dan dipulihkan kondisinya seperti sediakala. Apalagi turun langsung membantu korban. Kejadian menyedihkan ini justru dijadikan bahan gorengan yang gurih untuk menuding dan menyalahkan pilihan politik praktis gubernurnya.

Dari sudut pandang kemanusiaan, sudah jelas sikap ini sangat bertentangan dengan nurani kita. Musibah adalah musibah. Tidak ada kaitan antara musibah bencana alam tak terdeteksi dengan pilihan politik seorang tokoh besar sekalipun.

Juga dalam khazanah keagamaan Islam, apakah para penuduh itu belum pernah belajar bahwa pada umat Nabi Muhammad SAW terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh umat-umat terdahulu? Salah satu di antaranya ialah tidak disegerakan siksaannya di dunia, serta taubatnya diberi peluang waktu hingga nafas di ujung tenggorokan.

Bahkan, jika kita cermati pada ayat-ayat Alquran yang mengisahkan penghancuran umat terdahulu, selalu saja didahului dengan perintah menyingkir dari wilayah yang akan ditimpa azab tersebut. Sehingga, ketika sudah tidak ada seorangpun yang beriman, barulah siksa mengerikan itu datang.

Sementara kita sangat pahami bahwa NTB adalah daerah religius yang sangat mengagumkan. Di sana terdapat banyak ulama besar, orang beriman, dan beramal saleh. Sehingga, secara akal, hati nurani maupun nash suci, jelas tidak ada hubungannya dengan azab.

Karena itu, patutlah dipertanyakan balik kepada para penebar kebencian dan caci maki itu: Jika Kanjeng Nabi Muhammad SAW saja mendapat izin Gusti Allah SWT untuk menjamin umatnya tidak diazab selama masih hidup di dunia, lalu sebenarnya para penebar kebencian dan caci maki itu umat siapa?

Turut mendoakan semoga bencana alam segera berhenti. Kondisi masyarakat dipulihkan. Masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Dan mereka yang wafat diberikan sisi termulia-Nya. Lahum Alfatihah.

____________________

Baca juga:
Shuniyya Ruhama
Shuniyya Ruhama 14 Articles
Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal