Yang Lain: Menarasikan yang Terpinggirkan

Yang Lain: Menarasikan yang Terpinggirkan
Yang Lain - Novel karya Giyan (Koma Media, 2018)

Novel Yang Lain ini secara sederhana hendak menarasikan yang terpinggirkan, dientas, tetapi tidak melampaui.

Secara historis, karya sastra adalah salah satu kreasi manusia yang kelahirannya dapat dikatakan awal dalam peradaban manusia. Jauh sebelum logos (filsafat) lahir sekitar abad ke-6 SM, karya sastra sudah menemukan bentuknya yang autentik. Sebelumnya didahului serta diracik dari mitologi, dan ini dapat ditemukan dalam epos-epos Homer, misalnya, yang berkembang sekitar abad ke-8 SM.

Jadi, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa ibarat samudra, karya sastra adalah muara dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Artinya, sebagai muara, karya sastra adalah tempat kembalinya beragam ilmu pengetahuan, karena dalam karya sastra sendiri tidak sedikit ditemukan muatan-muatan filsafat, sosiologi, antropologi, psikologi, dan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.

Sebagai salah satu hasil kreasi manusia yang tua, tidak sedikit pula karya sastra masih berkutat pada ranah hitam-putih dalam memandang kebenaran. Tampaknya dunia hanya separuhnya saja yang ditampilkan, tetapi tidak pernah disublimasi secara menyeluruh bagaimana watak kehidupan dan manusia yang sebenarnya terjadi.

Nah, novel Yang Lain ini secara sederhana hendak menarasikan yang terpinggirkan, dientas, tetapi tidak melampaui. Lewat konflik yang pekat, dunia serba absurd: yang mungkin menjadi tidak mungkin, dan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Kebenaran hilang, hanya tinggal jejak yang berjalin temali, berkelindan menafsirkan dirinya tanpa berpura-pura salah dan benar secara mutlak, tak ada lagi hitam-putih, sebuah kebenaran yang tertunda.

Dengan kata lain, karya ini bukanlah karya sastra yang bersifat idealisir, yang menggambarkan tingkah laku manusia yang seakan-akan malaikat, tidak! Karena manusia memang bukan malaikat. Atau menggambarkan cerita-cerita orang elite saja, tidak!

Lebih tepatnya, karya ini sebagaimana Aristoteles dalam karya peoetics-nya seperti yang direpresentasikan oleh Cleopon—seorang penyair tragis Athena abad ke-4 SM, yaitu menggambarkan tingkah laku manusia apa adanya, tidak kurang dan tidak lebih.

Judul: Yang Lain
Penulis: Giyan
Penerbit: Koma Media
Tahun: Cetakan Pertama 2018
ISBN: 978-602-51428-0-2

*Untuk pemesanan, hubungi 081935175599 | Harga: Rp 64.000/eks

___________________

Artikel Terkait:

    Giyan Snail

    Mahasiswa Program Studi Agama dan Filsafat Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Latest posts by Giyan Snail (see all)