Yang Terpilih Nonmuslim, Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok Diulang

Yang Terpilih Nonmuslim, Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok Diulang
©Karangturi

Nalar Politik – Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok terpaksa diulang. Itu karena yang terpilih sebelumnya adalah Evan Clementine, seorang nonmuslim.

Kabar ini kami dapatkan dari akun Twitter Donny Dhirgantoro @Donny5cm. Ia mengunggah sejumlah tangkapan layar pesan WhatsApp yang berisi informasi mengenai pemilihan OSIS yang tidak sehat itu.

“Wah… Kok begini? Miris bacanya. Hidup Pendidikan Indonesia?!” kicau Donny (12/11).

“Kasihan ini japri sendiri temen2nya ke gue, minta di-notice. Ini mereka masih anak SMA lho, lagi belajar demokrasi,” tambahnya.

Dalam pesan WA tersebut, tertulis jelas bahwa ada calon ketua OSIS yang bernama Evan Clementine yang memenangkan pemilihan OSIS SMAN 6 Depok. Kemenangan itu diraih berkat kinerjanya yang memang bagus. Banyak pihak yang mendukungnya, termasuk guru-guru sekolahnya.

Namun, dikabarkan ada beberapa oknum dari sekolah yang tidak terima. Mereka kemudian mengadakan voting ulang dengan alasan tidak terima pemimpin dari kalangan nonmuslim.

“Aku minta tolong untuk kalian semua agar di-share kasus ini, sehingga Evan mendapatkan keadilan dan kesempatan untuk memimpin sekolahnya. Mohon bantuannya di-up ke social media, guys,” harap si penulis pesan.

Diunggah juga sebuah tulisan dari yang bersangkutan. Di situ, Evan berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dan memberinya dukungan. Ia sekaligus meminta maaf karena dirinya terpaksa harus mundur dari Pemilihan OSIS SMAN 6 Depok karena kasus ini.

“Evan minta maaf kalau Evan harus mengambil keputusan dengan berlapang dada dan ikhlas bahwa Evan harus mundur dari Pemilihan Calon Ketua OSIS SMA Negeri 6 Depok Periode 2020-2021, karena terdapat prinsip-prinsip yang tidak sesuai untuk melakukan pemilihan ulang,” tulis Evan.

Evan juga meminta maaf karena mengaku tidak bisa mewujudkan harapan dari teman-temannya yang mendukung.

“Biarlah ini menjadi pelajaran agar lebih baik ke depannya. Bagi teman-teman yang masih bertahan, selamat berjuang. Akhir kata dari saya, Salam Keadilan, Salam Persatuan, dan Salam Perjuangan. Hidup Pendidikan Indonesia. Terima kasih.” [tw]