Yuk, Kenali Profesi Content Creator

Yuk, Kenali Profesi Content Creator
©Orami

Siapa pun diperbolehkan menjadi seorang content creator, sehingga persaingan makin sengit.

Beberapa tahun terakhir, bisnis media cetak telah tergantikan oleh media digital. Dulu, masyarakat mendapat informasi tentang politik, kasus kejahatan hingga lifestyle melalui televisi dan koran. Kini tidak lagi.

Masyarakat zaman sekarang meng-update berita dan informasi terkini melalui media digital. Bahkan kini koran tidak dipublikasikan dalam jumlah banyak dan berubah fungsi dari media penyampai informasi menjadi seni. Hal ini disebabkan terjadinya modernisasi, sehingga masyarakat telah beralih dari media cetak menuju media digital yang lebih canggih, cepat, dan efisien.

Terdapat 4,2 miliar orang di dunia yang artinya lebih dari setengah penduduk bumi  menggunakan media digital, khususnya media sosial. Untuk Indonesia sendiri, terdapat 170 juta pengguna media sosial. Melihat fakta tersebut, media digital dapat dijadikan sebagai media ecommerce atau media yang dapat bisnis. Prospek kerja di bidang ini pun sangat menjanjikan, sebab digital is the future.

Di tahun 2000, ketika anak ditanya “apa cita-citamu?”, mereka menjawab profesi astronot, dokter, dan guru. Namun di tahun 2021 ini, anak menjawab bahwa cita-citanya adalah menjadi content creator. Hal itu merupakan salah satu gambaran bahwa pengaruh teknologi benar-benar nyata.

Content creator adalah orang yang melahirkan sebuah materi/konten berupa gambar, video, suara maupun tulisan yang kemudian dipublikasikan melalui platform digital agar dapat diakses oleh khalayak luas. Topik yang dipilih pun beragam, mulai dari kuliner, hiburan, berita, edukasi dan lain sebagainya.

Platform yang dapat digunakan oleh content creator untuk memublikasikan karyanya adalah antara lain YouTube, Instagram, dan Tiktok. YouTube adalah media yang berisi suara dan gambar sehingga memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada platform lain. YouTube menyediakan berbagai macam video, seperti film, wawancara bersama public figure, dan video yang dibuat oleh YouTube sendiri. Maksimal durasi yang dapat dimuat oleh YouTube adalah 12 jam.

Instagram, media ini cocok digunakan oleh conten creator yang fokus pada bidang fotografi. Conten creator unjuk bakat di bidang editing foto dengan menyediakan feed Instagram yang estetik, serta memberikan tip-tip pengambilan foto yang bagus.

Tiktok adalah media yang sedang hype saat ini. Tiktok digunakan sebagai media hiburan yang menyajikan video berdurasi maksimal 3 menit. Karena kepopuleran media ini, tak sedikit conten creator melebarkan sayapnya dari YouTube dan Instagram menuju Tiktok.

Bagi creator, Tiktok bukan media utama untuk berkarya, melainkan hanya digunakan untuk memperkenalkan karya ke publik agar jangkaunnya lebih luas. Setelah dikenal, barulah creator menggiring khalayak menuju YouTube ataupun media lainnya.

Content creator biasanya bekerja secara independen dengan cara membentuk akun di platform-platform tersebut. Dengan sifatnya yang independen, tidak ada peraturan resmi yang mengikat, kecuali peraturan dari platform tersebut. Misalnya seorang content creator ingin memublikasikan karyanya melalui YouTube, maka ia harus mematuhi peraturan yang dibuat oleh YouTube.

Baca juga:

Dikarenakan tidak ada aturan spesifik, maka standarisasi baik-buruknya suatu konten adalah diukur oleh masyarakat sendiri. Apabila tayangan tersebut ditonton dan disukai banyak orang, maka bisa dikatakan bahwa tayangan tersebut adalah tayangan yang baik. Begitu pun sebaliknya.

Tak hanya itu, efek independensi juga berpengaruh pada persaingan pasar. Siapa pun diperbolehkan menjadi seorang content creator, sehingga persaingan makin sengit. Cara paling ampuh untuk menghadapi persaingan adalah dengan mengikuti kemauan masyarakat dan hal apa yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat.

Misalnya, kasus korona ini makin memburuk sehingga di beberapa kota memberlakukan kembali sistem lockdown. Saat seperti inilah, selain update kasus korona, hal yang dibutuhkan masyarakat adalah hiburan guna menemani lockdown di rumah.

Oleh karena itu, hal yang perlu dimiliki oleh content creator adalah keahlian dalam membaca keinginan masyarakat. Content creator harus update terhadap informasi dan menciptakan tontonan yang layak. Content creator tidak boleh semata-mata hanya mencari keuntungan pribadi saja, sebab ia memiliki andil yang besar dalam memerngaruhi pola pikir masyarakat.

    Nurul Malahayati
    Latest posts by Nurul Malahayati (see all)