Galang Dana di Yogyakarta, Ikama Sulbar Bantu Korban Banjir Mamuju dan Longsor Majene

Galang Dana di Yogyakarta, Ikama Sulbar Bantu Korban Banjir Mamuju dan Longsor Majene
Jajaran pengurus dan anggota Ikama Sulbar berpose bersama usai galang dana di titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Nalar PolitikTak ada kata lelah dalam mengabdikan diri untuk bangsa, negara, juga daerah. Tiap kerja yang dilakukan, meski kecil dan sederhana, adalah bukti kepedulian bagi sesama yang patut dicanangkan terus-menerus.

Demikian prinsip para mahasiswa rantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat (Ikama Sulbar) Yogyakarta. Kepedulian mereka, terkhusus bagi daerah tercinta, kembali ditunjukkan melalui penggalangan dana. Mereka bantu korban banjir Mamuju serta longsor di Majene, dua kabupaten kota di Sulawesi Barat.

“Kami ada untuk daerah. Itu eksistensi yang tidak boleh kami lupakan,” ujar Ketua Umum Ikama Sulbar Hairil Amri di sela penggalangan dananya di titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Kamis (22/3/2018).

Galang Dana di Yogyakarta, Ikama Sulbar Bantu Korban Banjir Mamuju dan Longsor Majene

Foto: Ikama Sulbar

Walau dalam kondisi berbalut sedih, ditambah hanya dengan bermodalkan peralatan seadanya, niat mereka untuk membantu korban banjir Mamuju dan longsor di Majene, terlebih bagi daerah asal, nyaris tak pernah surut. Senyum sumringah mereka pun merekah sebab penggalangan dana di hari pertama itu mencapai angka yang lumayan fantastis.

“Alhamdulillah, penggalangan dana hari pertama mencapai Rp 1.650.000. Dan besok akan kami lanjut kembali,” tambah mahasiswa UMY yang akrab disapa Idit itu.

Ia pun merasa berutang budi sekali, khususnya bagi warga Yogyakarta. Tanpa mereka, lanjut Idit, dana bantuan untuk korban banjir dan longsor ini mungkin tidak akan seberapa.

“Kami sangat bersyukur. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Yogyakarta yang telah menyumbang buat korban banjir dan longsor yang menimpa saudara-saudara di daerah kami,” haturnya.

Galang Dana di Yogyakarta, Ikama Sulbar Bantu Korban Banjir Mamuju dan Longsor Majene

Foto: Ikama Sulbar

Di akhir, tak lupa ia mengingatkan, banjir dan longsor yang terjadi di dua wilayah kabupaten Sulbar itu tetap ada hikmah yang patut dipetik bersama.

“Ini harus jadi pelajaran bahwa betapa AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) sebuah pembangunan di daerah harus objektif. AMDAL harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang terkena imbasnya,” lanjut Idit.

“Ya, bukan AMDAL yang sesuai selera dan kepentingan penguasa dan pemodal saja,” tambahnya tegas.

___________________

Artikel Terkait: