Agama Menarik Kita Mundur ke Belakang

Agama Menarik Kita Mundur ke Belakang
©BBC

Nalar Warga – “Agama menarik kita mundur ke belakang,” demikian kata Lutfhi Assyaukanie dalam satu postingnya di media sosial bertajuk “Akhir Sejarah Wahabi” hari ini.

“Ilmu pengetahuan mendorong kita maju ke depan, agama menarik kita mundur ke belakang,” tulis Luthfi, Rabu (5/1).

Terlebih dahulu ia mengungkap keisengannya menyimak beberapa ceramah para ustaz di YouTube. Di berbagai kanal, ia menemukan banyak sekali konten ustaz-ustaz yang anti-maulid, anti-rokok, anti-bank, sampai anti-anti yang lainnya.

“Luar biasa energi kebencian para ustaz itu.”

Dari sana, ia juga menyimak video-video sanggahan yang dilakukan oleh ustaz lain. Berbeda dengan ustaz sebelumnya, mereka yang terakhir ini mendukung maulid, membolehkan rokok, dan menghalalkan bank, lengkap dengan dalil-dalil dan fatwanya.

“Saya seperti hidup di zaman pertengahan: penuh dengan perdebatan mubazir, yang tak penting.”

Luthfi pun akhirnya mengaku paham mengapa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman nekat menghabisi Wahabisme di negerinya. Paham ini dipandang seperti kanker yang merusak tubuh Arab Saudi dari dalam.

“Perbaikan apa pun tak ada gunanya kalau isi kepala warganya dipenuhi Wahabisme.”

Dosen Paramadina itu kemudian menilai, kehadiran Wahabi itu pula yang rupanya memantik perdebatan sia-sia yang begitu banyak jumlahnya di kanal YouTube.

“Negara lain berdiskusi soal artificial intelligence, matahari buatan, dan rekayasa genetika, kaum agamawan di sini sibuk membahas isu-isu tak penting sama sekali.”

Baca juga:
    Warganet