Air Mata di Kota Malang

Air Mata di Kota Malang
©dyahagungphoto

Kota Malang kini, sunyi dan senyap yang kurasa
Tidak ada lagi canda dan tawa yang terdengar

Kulangkahkan kaki menapak tanah
Menyusuri lorong-lorong sunyi
Yang penuh dengan dinding-dinding bercoret
Di sinilah ceritaku bermula

Nyanyian burung kenari pagi di kota ini menyambut dengan merdunya
Aku tersadar dari mimpi yang ingin kuulangi
Pertemuan denganmu adalah hal yang paling berarti dalam hidupku
Membuatku berpaling dari sakit yang pernah singgah di hati

Kini kau hadir sebagai pengisi relung hati ini
Mataku tetap menatapmu dengan tajam
Teduh dan nyaman kurasakan
Aku mencintaimu hari ini dan seterusnya

Satu di antara miliaran perempuan yang ada di semesta ini
Kau adalah karya Tuhan yang kutemukan
Berpapasan sejajar tepat di garis pertemuan
Malang, sebuah kota yang indah

Semua kisah tentang kita sudah kutuliskan di sini
Namun, semenjak corona dating, semuanya berubah
Engkau dan aku terpenjara karena jarak
Perlahan-lahan air mata ini menetes jatuh membasahi pipi

Berat rasanya bagiku menerima hal ini
Tapi apalah daya kita tidak bisa melawan takdir
Kota Malang kini, sunyi dan senyap yang kurasa
Tidak ada lagi canda dan tawa yang terdengar

April yang Kelam

Kureguk segala gundah dalam jiwa
Tak kubiarkan tragedi ini terulang
April berujung seperkian hari lagi
Kisah pun tak henti menutup cerita catatan ini
Sendu selalu mengantongi riasan paras kertas

Jejak-jejak pun menjadi pengisi halaman sunyi
Dalam volume riakan aksara kecewa
Kutabur kata-kata di penghujung bisu senja
Secarik kalimat menghantarkan kudapan pandangan
Pada lembar pias bola mata berkeringat sedu
Kulayangkan sehelai daun petang mengakhiri pintu kenangan

Pesan Cinta untuk Enu Martina

Lembar putih ini tak berarti lagi
Lampiran kisah kutuangkan di sini
Dalam goresan tinta hitam
Tak kupandang walau buram

Enu Martina, si gadis bermata biru
Sungguh menawan rupamu
Canda dan tawamu adalah candu bagi rasaku
Rasa yang selalu kusimpan dalam-dalam

Dalam goresan tinta hitam ini
Renungan angan-angan tersandera
Harap cemas terangkai kata-kata
Enu Martina, sang kejora idaman

Pesan cinta ini penuh luka
Terbalut goresan tinta hitam
Tiada tahukah semua angan
Terwujudkan ataukah terlupakan
Atas rasaku yang tumbuh untuk Enu Martina

    Latest posts by Lalik Kongkar (see all)