Aku Ingin Dipeluk dan Disayang

Aku Ingin Dipeluk dan Disayang
©Hipwee

Aku yang bodoh ingin dipeluk dan disayang
membelam malam aku masih terjaga

Sebuah animo menggelegar menuntut keadilan
Berusaha menerjang badai-badai kemunafikan
Bayangan melesat mengisyaratkan berlari
Intuisi menuntut tenang

Aku duduk bersila di sebuah balkon
Membaca Ayat-Mu sambil merintih
Aku yang bodoh tenggelam dalam egoisme
Aku yang bodoh mudah terperangah
Aku yang bodoh ingin dipeluk dan disayang
membelam malam aku masih terjaga
Berusaha berpikir menatap gelap
Berusaha bertafakkur merasakan angin yang tak kasat mata
Berusaha untuk terus memahami hakikat kebahagiaan
Tiada lain untuk mencari ketenangan
Tiada lain untuk mencari hati yang seringkali menghilang

Pengembara

Kita semua pengembara
Setapak demi setapak melangkah berusaha menabur benih
Setapak demi setapak berusaha untuk terus menyelipkan doa
Setapak demi setapak berusaha tidak mengeluh dan putus asa
Buat apa, melawan kodrat?
Hidup segan, mati enggan hanya prinsip orang bodoh!
Buat apa mencabik-cabik kebahagiaan
Dengan terpuruk melawan kesedihan

Kita memang semua pengembara
Langkah kita berselimutkan anugerah-Nya
Jangan berhenti, berjalan pincang pun tak apa
Inna Allaha Ma’ana…

Nasib Pak Tua (Anatomi Organisasi)

Umurnya masih muda, tapi sudah berkumis
Umurnya masih muda, tapi sudah beruban
Aku jadi bingung, harus kesebut apa dia
Pak Tua, atau Pak Muda

Matanya setengah buta, bibirnya membisu mendadak
Kadang-kadang nyerocos saja, tak henti-henti
Telinganya jadi sakit sendiri
Tangan kanannya tidak berfungsi, tangan kiri menuntut bisa beraksi
Kakinya sempat terkilir, sekarang katanya; tidak mampu berjalan
Mengenaskan!

Hatinya sedang dilanda putus cinta,
Nuraninya menolak untuk abai saja, tapi apa daya
Mari kita tunggu dia mati saja
Karena mati; awal yang baru

Tentang Kawan

Aku tidak punya kawan, karena semua adalah kawanku
Kesedihan adalah kawan
Masalah adalah kawan
Disegani banyak orang adalah kawan
Dibenci juga demikian
Kawan hanyalah kawan
Pengisi ruang kosong, pengisi hati agar tidak kosong

Kawan adalah aku yang bahagia
Ke mana pun dan di mana pun!
Kawan adalah aku yang selalu riang
Tiada beban, tidak merasa sendirian

Kawan adalah kepedulian
Simpatisme dan juga empatisme yang tetap terjalinkan
Kawan adalah Engkau
Di mana pun, kapan pun selalu siap siaga
Membuatku bertahan!

    Marsyidza Alawiya
    Latest posts by Marsyidza Alawiya (see all)