Aku Menulis Sebuah Bait

Aku Menulis Sebuah Bait
©Haber

Secarik kertas dan tinta hitam
Berlenggak-lenggok di kanvas putih
Ada nama tersirat rahasia
Yang selalu menjadi topik utama

Berbisik aku kepada langit
Terbuai sendu dalam hening
Menatap lurus pada harapan kosong
Berharap banyak untuk terisi

Sunyi, sepi aku sendiri
Nyanyian riang jam di dinding
Seolah menyapa dengan hangat
Hatimu sakit, jiwamu tenang

Lantas apa yang semestinya mampu?
Aku hanya mengetahui satu hal
Yang akan kita lukis

Bersahabat dengan Kepahitan

Manik-manik berkedip seakan mengejek diriku
Kuremas, lalu kubuang mereka
Betapa sakit rasanya terhianat oleh cinta
Semua yang indah, bagiku kini buramlah sudah

Di mana harsa yang kau tawarkan dulu?
Aku muak mengingat semua itu

Tawamu adalah candu bagiku
Jadi ketika engkau pergi, aku rapuh
Serapuh ilalang yang meraum pada kemara

Nyanyian-nyanyian malam…
Mengerang lagi meremukkan
Tapi kini berlabuhku pada kepasrahan
Serta bersahabat dengan kepahitan

Andai luka dapat bersih oleh hujan…
Mungkin seribu malam ini tak akan kukeluhkan

Biarkan Aku Menjadi Pagi

Aku ingin seperti pagi mengusir kegelapan malammu
Aku ingin seperti pagi menyejukkan harimu
Aku ingin seperti pagi yang datang tanpa engkau minta

Walau harimu gelap seperti malam
Ingatlah aku pasti akan datang membawa mentari untukmu

Walau dunia membuatmu jemu
Aku pasti akan datang mengantarkan embun untuk menyejukkan harimu kembali

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)