Anggaran Lucu

Anggaran Lucu
Ilustrasi: aktual.com

Nalar WargaAnggaran untuk lift di rumah dinas gubernur itu jelas anggaran lucu. Bagusnya segera dicoret oleh sang Gubernur. Dalam bahasa Ahok, ini bisa disebut “anggaran nenek lu”.

Ini bukan anggaran khas dalam masa Gubernur Anies. Zaman Ahok dulu juga ada orang yang berusaha memasukkan anggaran macam ini. Bedanya, Ahok menghabiskan waktu semalam suntuk untuk mencoretnya. Anies kabarnya melakukan penyisiran juga, cuma tidak begitu jelas juga bagaimana wujud penyisirannya.

Tidak hanya di Pemda DKI, di pemerintah pusat pun hal ini terjadi. Presiden pernah bercerita soal anggaran di Kemenaker. Ada anggaran sekian miliar untuk memulangkan TKI/TKI (mungkin yang menghadapi masalah).

Lucunya, anggaran untuk kegiatan nyata memulangkan TKI/TKW itu sendiri porsinya kecil saja. Yang besar adalah anggaran untuk diskusi, rapat, dan sebagainya. Oleh Presiden, anggaran itu diperintahkan untuk direvisi.

Sederhananya, di level mana pun dalam pemerintahan kita itu, hidup tikus-tikus yang sudah beranak-pinak selama puluhan tahun. Mereka akan terus mencuri, cari cara untuk mencuri. Itulah yang terlihat dari berbagai keanehan anggaran yang kita lihat tadi.

Beratnya jadi politikus yang ingin membersihkan adalah dia harus waspada terhadap tikus-tikus ini. Jokowi menunjukkan kewaspadaan yang cukup baik. Ahok bisa kita kategorikan super. Tapi, tetap saja mereka berdua pun tidak sempurna.

Bagaimana dengan Anies? Nah, ini masih harus kita lihat. Tadinya KPK DKI yang dibuat Anies saya kira akan dipekerjakan untuk menyisir anggaran lucu seperti ini. Tapi, dengan adanya kasus ini, sepertinya tidak. Entahlah. Saya lihat sejauh ini tim ini lebih berminat bekerja untuk mengurus masa lalu ketimbang masa sekarang.

*Kang H Idea

___________________

Artikel Terkait: