Apa Itu Khilafatul Muslimin?

Apa Itu Khilafatul Muslimin?
©Islami.co

Nalar Politik – Divisi Humas Polri memberi ciri-ciri terkait Khilafatul Muslimin.

Melalui keterangan tertulisnya di media sosial (8/6), akun Twitter @DivHumas_Polri menyebut bahwa Khilafatul Muslimin punya dampak ke keonaran dan tindakan makar.

Selain itu, kelompok ini juga dinilai memiliki kegemaran menyebar berita-berita bohong (hoaks); mengubah ideologi bangsa dengan keyakinan Pancasila tidak sesuai dan khilafah bisa menyejahterakan umat; serta terkait dengan terorisme.

detikNews sebelumnya turut memberi penjelasan terkait keberadaan Khilafatul Muslimin. Mengutip Direktur Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen R Ahmad Nurwakhid, kelompok yang memiliki ideologi yang berhubungan dengan gerakan terorisme ini dikaitkan dengan penangkapan NAS, tersangka teroris di Bekasi.

“Dampak ideologis, gerakan ini memiliki visi dan ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror. Lihatlah kasus penangkapan NAS, tersangka teroris di Bekasi, yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordirnya,” jelas Nurwakhid.

Menurut BNPT, kelompok ini mirip dengan organisasi teroris lainnya.

“Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, JI, JAD maupun jaringan terorisme lainnya.”

Meski mengaku tidak menentang Pancasila, kelompok ini disebutkan mengafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya.

Baca juga:

“Pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya.”

“Secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI, dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme.”

Pelanjut Kekhalifaan Islam

Haris Fatwa Dinal Maula dalam Khilafatul Muslimin: Usung Misi Khilafah sebagai Kedok Terorisme? menilai kelompok ini hanyalah salah satu dari fenomena-fenomena upaya penegakan khilafah yang diusung oleh banyak kelompok Islam.

“Lintas generasi, banyak sekali narasi-narasi yang muncul untuk mewujudkan sistem ini, mulai dari level Indonesia sampai tingkat dunia,” tulisnya di Islami.co.

Sementara itu, ketika berbicara mengenai Khilafatul Muslimin, jelas Haris, tidak bisa dilepaskan dari pendirinya yaitu Abdul Qadir Hasan Baraja.

“Semua misi ormas selalu merupakan representasi dari ideologi si pendiri.”

Diketahui bahwa Abdul Qadir Hasan Baraja merupakan pendiri Darul Islam di Lampung pada 1970, salah satu pendiri Pondok Pesantren Ngruki.

Abdul Qadir Hasan Baraja telah mengalami 2 kali penahanan: pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama 3 tahun; kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal 1985.

Baca juga:

Pascabebas, Abdul Qadir Hasan Baraja mendirikan Khilafatul Muslimin pada 1997, sebuah organisasi yang bertujuan untuk melanjutkan kekhalifaan Islam yang terhenti karena keruntuhan Turki Utsmani.

Ia juga ikut ambil bagian dalam mendirikan Majelis Mujahidin Indonesia pada Agustus 2000, tetapi tidak aktif menjadi anggota.

Track record yang fantastis, bukan?”