Atasi Polusi Udara, Anies Instruksikan Naikkan Tarif Parkir

Atasi Polusi Udara, Anies Instruksikan Naikkan Tarif Parkir
Foto: Picryl

Pembaca mungkin akan bertanya-tanya, apa hubungannya tarif parkir dengan polusi udara? Apakah kenaikan tarif parkir bisa dan efektif mengatasi pencemaran?

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, polusi udara di ibu kota bisa dikurangi hanya dengan menaikkan tarif parkir. Itu harus berlaku di wilayah-wilayah yang memang dilalui angkutan umum.

Di samping tarif parkir, ada pula congestion pricing, yakni pengenaan biaya kepada pengguna jalan. Itu didasarkan pada kepadatan lalu lintas dan akan diterapkan di Jakarta pada akhir 2019.

“Makin padat lalu lintas, makin besar biaya yang dikenakan kepada pengguna jalan.”

Anies juga akan memperketat pengawasan sumber penghasil polusi udara. Sumber-sumber tersebut, salah satunya, adalah cerobong industri aktif yang berada di kawasan DKI Jakarta.

“Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta agar melakukan pengukuran emisi dan inspeksi setiap 6 bulan pada seluruh cerobong industri aktif dan memublikasikan hasilnya.”

Upaya lainnya yang akan Anies lakukan adalah memperluas kawasan ganjil-genap.

“Mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil-genap sepanjang musim kemarau.”

Anies belum menetapkan secara pasti kawasan mana saja yang akan menerapkan sistem ganjil-genap itu. Ia baru sebatas meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk menyiapkan penerbitan peraturan gubernur yang baru terkait kebijakan tersebut.

Empat strategi sekaligus kebijakan Anies di atas terangkum dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Peraturan ini terbit pada Kamis, 1 Agustus 2019. [ci]