Australia Contek Reformasi Ketenagakerjaan ala Omnibus Law UU Cipta Kerja?

Australia Contek Reformasi Ketenagakerjaan ala Omnibus Law UU Cipta Kerja
©New Indian Express

Nalar Politik – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pemerintah Australia ‘mencontek’ reformasi ketenagakerjaan ala Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Ia mengatakan bahwa saat ini Australia sedang membahas reformasi serupa yang di Indonesia sedang memasuki proses penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) turunan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tersebut.

Reformasi yang dimaksud tersebut adalah reformasi ketenakerjaan. Meski kontroversial, langkah ini sangat krusial mengingat Indonesia tengah menggenjot pertumbuhan perekonomian pascapandemi melanda.

“Saat ini di Australia juga akan melakukan labour reform. Jadi mereka mengintip apa yang dilakukan Indonesia dan mereka sedang membahas dengan kaitan tersebut,” kata Airlangga pada pembukaan diskusi Konsepsi dan Implementasi Sanksi dalam Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja, Selasa (22/12).

Di kesempatan yang sama, Airlangga juga mengklaim bahwa pemerintah Republik Indonesia mendapat apresiasi dari organisasi internasional. Reformasi ini dinilai membuat Indonesia menjadi lebih kompetitif di kancah global.

Pasalnya, UU Cipta Kerja tak hanya mempermudah masuknya investasi, namun juga memberikan kepastian perlindungan kepada tenaga kerja.

“Indonesia mendapat apresiasi lembaga internasional dan menganggap Indonesia melakukan reform besar dan Indonesia menjadi makin kompetitif di pasar internasional.” [ci]