Bahar Smith dan Pengacaranya Terkecoh

Bahar Smith dan Pengacaranya Terkecoh
©Tempo

Nalar Warga – Jadi begini, Bahar Smith dan pengacaranya terkecoh. Bahar Smith tidak menyangka kasusnya yang diperiksa Polda Jabar bukan tentang penghinaan terhadap Jenderal Dudung, Kasad TNI.

Kemarin Bahar masih jumawa kalau yang dilawan Kepala Staf Angkatan Darat, merasa dirinya menang angin. Apalagi beberapa hari sebelumnya komandan Danrem Surya Kencana mendatangi rumahnya, seolah-olah perkara di Polda Jabar tentang penghinaan kepada Kepala Staf TNI AD.

Sampai kedatangannya di Jabar dengan mobil Alphard yang dibuka atapnya, Bahar Smith berorasi dan dielu-elukan pengikutnya, sang Singa Gurun menantang sand Jenderal di kepolisian Jabar.

Dengan gagah berani dan kepala tegak masuk ke Polda Jabar, demikian pun pengacaranya sudah menyiapkan pembelaan untuk Bahar Smith, masalah penghinaan kepada Pejabat belum ada UU KUHP-nya.

Padahal sehari sebelumnya Polda Jabar sudah memberikan sinyal, 50 saksi telah dimintai keterangan, termasuk ahli forensik.

Loh heran, kan, masalah penghinaan kok pakai ahli forensik segala?

Ternyata setelah sampai di dalam Polda, Bahar Smith dan pengacaranya mungkin tidak menyangka, kasusnya beda bukan seperti yang sudah dipersiapkan mereka. Kasus ternyata tentang terbunuhnya 5 anggota FPI di KM 50. Bahar Smith menyebarkan berita bohong dalam kanal YouTube-nya kalau kelima orang FPI sebelum dibunuh disiksa dahulu oleh polisi, mirip pembunuhan para jenderal di film G30S PKI.

Bahar Smith dan pengacaranya tentu saja gelagapan karena bukti sudah banyak di tangan polisi. Makanya, begitu Bahar yang sebelumnya jadi saksi kemudian tersangka dan langsung ditahan, enggak bisa omong apa-apa. Bahar kena pasal penyebaran berita bohong yang ancamannya lebih dari 5 tahun.

Ini tampaknya kasus yang sulit bagi Bahar Smith mengelak dan jumawa bila Bahar Smith ditahan hanya karena menghina Jenderal Dudung. Entah setelah kasus ini mungkin akan diproses kasus penghinaan terhadap pejabat negara.

Tampaknya Bahar Smith akan bertubi-tibu menghadapi perkara.

*Indrajit

Baca juga:
    Warganet