Balada Metromini

Balada Metromini
Metromini (Foto: Detik)

Nalar WargaWoha! Akhirnya sore tadi kembali naik metromini, setelah mungkin kurang lebih 2 tahun tidak bersama kendaraan umum ini.

Saya naik metromini 03 jurusan Rawamangun ke Senen. Dari Rawasari menuju Cempaka Mas, saya membayar Rp 4.000. Sebelah saya, seorang ibu membayar Rp 3.000. Saya tidak tahu kenapa begitu.

Seperti kebanyakan, supir metromini adalah orang dari etnis Batak. Si abang supir pun begitu. Tahunya dari mana? Dia bercakap dengan seorang perempuan yang naik dari Cempaka Putih.

Dalam metromini, dari Rawasari saya menghitung ada 7 orang berikut saya. Jika semua membayar Rp 4.000, abang supir hanya menerima Rp 28.000. Sedikit sekali, ya?

Saya tidak memperhatikan dari Cempaka Mas apakah ada banyak penumpang naik. Dalam perjalanan menuju ITC Cempaka Mas, saya berandai-andai jika dalam setiap trip ada 20 orang, Rawamangun-Senen, berarti si Abang supir akan menerima Rp 80.000. Seandainya seharian dia bisa 4 trip pergi pulang, dia bisa mendapatkan Rp 640.000.

Sayang, saya tidak punya kemampuan mengandaikan solar yang dia butuhkan. Ambil saja dia harus keluarkan Rp 200.000 untuk solar, Rp 60.000 makan, minum, dan mungkin rokok. Jadi, dalam sehari dia bisa membawa pulang uang Rp 380.000. Itu jika metromini miliknya sendiri.

Abang supir tentu harus menyisakan untuk biaya perawatan. Ambillah Rp 50.000. Masih ada Rp 330.000 ribu di kantongnya, angka yang cukup besar sebenarnya, tapi itu kan asumsi saya. Hehehe.

Pulangnya, saya menyeberang jembatan yang cukup jauh untuk merasakan dinginnya busway (transjakarta). Bayarnya hanya Rp 3.500, dari Cempaka Mas sudah sampai ke Pasar Genjing. Walaupun 2 kali harus menyeberang jembatan yang super luar biasa?

Busway dingin. Tempat duduk menghadap ke depan untuk ruang perempuan. Nyaman karena mungkin akhir minggu. Banyak pekerja yang libur di hari Sabtu. Terdengar suara musik lagu Via Valen, tidak bau solar.

Di dalam busway penuh. Beberapa orang bahkan berdiri. Pak Supir pasti digaji sesuai UMR dengan beberapa tunjangan tentu saja. Mungkin bisa dibilang cukup sejahtera.

Apa pun itu, metromini ataupun busway, yuk gunakan alat transportasi umum di Jakarta?

*Wahyuningtyas Woro

___________________

Artikel Terkait:
Warganet