Bantuan Covid-19 Dinsos Babel Hanya untuk Orang Islam, Sunlie: Melecehkan Agama?

Bantuan Covid-19 Dinsos Babel Hanya untuk Orang Islam, Sunlie: Melecehkan Agama?
©FB Sunlie

Nalar Politik – Kritikus sastra asal Kepulauan Bangka Belitung, Sunlie Thomas Alexander, mempertanyakan program Dinas Sosial pemerintah provinsinya. Ia menyesali lantaran bantuan dalam rangka mengurangi dampak negatif dari penyebaran Covid-19 tersebut hanya diperuntukkan bagi orang yang beragama Islam saja.

“Ini maksudnya apa kira-kira? Mau melecehkan ajaran Islam, ya?” tulis Sunlie geram dengan tautan berita terkait.

Benar bahwa surat resmi yang dikeluarkan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut memang memasukkan “Beragama Islam” sebagai salah satu syarat penerimanya. Ada harapan Dinsos se-Kabupaten/Kota di provinsi ini turut membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Surat Dinas Sosial Bangka Belitung

“Dalam rangka mengurangi dampak negatif dari penyebaran Covid-19 bagi perekonomian dan kehidupan, serta membantu mengurangi beban kehidupan bagi masyarakat yang kurang mampu.” Demikian secuplik isinya yang tertulis pada surat yang diteken di Pangkalpinang, 30 Maret 2019, oleh M Aziz Harahad selaku Kepala Dinsos Provinsi.

 

Sunlie pun tambah geram ketika salah satu anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung asal PKS, Bong Ming Ming, mengonfirmasi kebenaran isunya. Bahwa bantuan yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi itu memang ditujukan hanya untuk orang-orang beragama Islam di wilayahnya.

Hal senada juga disampaikan Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pemrov Bangka Belitung, Sri Kusmala. Sebagaimana dilansir suara.com, pihaknya mengaku tidak bermaksud mendiskriminasi penerima bantuan, melainkan hanya mengikuti saja ketentuan dari pemberi bantuan, dalam hal ini Baznas.

“Itu syarat ngawur! Kalau kau paham ajaran Islam, kau akan tahu bahwa dalam Islam diperbolehkan memberikan zakat kepada fakir non-muslim. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini yang sudah menjadi bencana global (darurat)!” tegas Sunlie.

Baca juga:

Ia turut menyesali mengapa Dinsos Babel mesti bekerja sama dengan Baznas dalam rangka merespons pandemi yang mengancam umat manusia seluruh dunia tanpa pandang bulu ini. Apalagi mengingat Baznas yang, kata Sunlie, punya pengetahuan (tafsir) tentang ajaran Islam yang tidak beres.

“Dinsos (pemerintah) sejak dalam pikiran sudah seharusnya mementingkan seluruh lapisan masyarakat terlebih dahulu. Bukannya malah mendahulukan (paling tidak memikirkan lebih dahulu) umat Islam dengan bekerja sama dengan Baznas itu,” sesalnya.

Terkait surat resmi tersebut, lagi-lagi Sunlie mempertanyakan maksud Dinas Sosial bersangkutan sebagai instansi pemerintah mengapa harus menerbitkannya. Sebab, siapa pun yang khatam Bahasa Indonesia, jelas Sunlie, akan bisa mencerna. Bahwa ketentuan nomor satu “Beragama Islam” itu jelas berarti mereka yang non-muslim dipersilakan untuk tahu diri dan menyingkir.

“Kalau Dinsos mau salurkan bantuan Baznas itu hanya untuk orang Islam saja, apa perlunya terbitkan surat yang ditujukan kepada publik seperti ini? Kan, ada banyak cara yang lebih manusiawi, islami, dan elegan?” pungkasnya.