Bicara Tanpa Ilmu, Abdul Somad Dinilai Bukan Ulama

Bicara Tanpa Ilmu, Abdul Somad Dinilai Bukan Ulama
©Republika

Abdul Somad bicara tanpa ilmu terkait PPKM Darurat.

Nalar Politik – Pendakwah kondang Abdul Somad kembali bikin geger media sosial. Respons emosionalnya lantaran masjid ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat memicu sejumlah warganet berang.

Salah satunya datang dari pemilik akun Hasanudin Abdurakhman. Lewat status Facebook-nya hari ini, ia menyebut Abdul Somad bicara tanpa ilmu, hingga menilainya bukan seorang ulama.

“Ulama bicara dengan ilmu. Somad ini tidak. Dia bukan ulama,” tulis warganet yang akrab disapa Kang Hasan itu.

Pernyataan Abdul Somad bahwa berkumpul di masjid tidak bahaya lantaran ibadah hanya selama 5 sampai 10 menit dinilai Kang Hasan menjadi salah satu fakta bahwa ia memang bicara tanpa ilmu.

“Kata Somad, tak apa pergi ke masjid, cuma beberapa menit. Dia mengabaikan fakta bahwa sudah ada sangat banyak kasus penularan di masjid.”

Terkait responsnya atas pembukaan mal, pasar, yang dinilai Somad tidak adil terhadap masjid, lagi-lagi jadi bukti bahwa dirinya memang bicara tanpa merujuk fakta yang ada.

“Kok mal dibuka? Dia ngomong tanpa fakta.”

Dalam aturan PPKM Darurat, jelas Kang Hasan, mal dan pusat perbelanjaan harus tutup. Restoran hanya boleh melayani pembelian untuk dibawa pulang saja.

“Yang boleh buka hanya toko untuk membeli bahan pokok.”

Sebelumnya, melalui video ceramah, Abdul Somad tampak emosi dan kecewa atas PPKM Darurat. Ia bahkan mempertanyakan apakah pemerintah tidak merasa malu dengan Allah SWT yang melarang orang berkumpul di masjid sembari membuka pusat-pusat perbelanjaan.

“Tak malukah engkau nanti berjumpah dengan Allah? Di masjid, orang hanya 5-10 menit, hanya 5 menit saja. Sementara orang lain duduk lima jam di mal dan pasar,” kata Somad.

Ia pun menilai, selama pandemi melanda Indonesia, masjid kerap dijadikan kambing hitam penularan Covid-19. Padahal, kenyataannya belum tentu demikian.

“Lima jam orang duduk di mal beramai-ramai. Ketawa dan tertular penyakit. Tapi, masjid yang engkau salahkan. Tak malukah nanti engkau menyebut nama Allah dan Rasulullah? Padahal, tempat ini (masjid) yang dipanggil Allah dan Rasulullah?”

Baca juga: