Bukan Sekadar Pasrah

Bukan Sekadar Pasrah
©Tribun Jatim

 Larik I

Kenapa tidak kamu ungkapkan saja siapa di balik puisimu
Sungguh tuan, aku lelah menanggung semua prasangka dan dugaan
Tapi entah mengapa
Saban kali aku menafsirkan puisimu yang  ku kira aku
Itu terasa amat benar bagiku

Larik II

Aku paham tuan,
Sejak berhentinya kabar dan dinginnya sapa
Tidak akan ada yang sama
Seperti bulan-bulan awal perkenalan
Lagi-lagi ini sekedar pernah
Dan kamu hanya singgah

Larik III

Tidak bisakah tuan,
Kita berpamitan dengan benar
Entah dengan perjamuan temu atau puisi perpisahan yang tertuju jelas untukku
Berulang kali
Aku menerka
“kita sedang dalam pertemanan atau sekedar kenal?”

Larik IV

Ya tuan,  berkali-kali sudah ku sugesti
Agar hati untuk mengerti
Bahwa kamu memang suatu hal yang tak pernah menjadi pasti

Larik V

Sungguh,
Katakan padaku,
Atas semua yang kau janjikan dulu adalah hal biasa yang kau ucap pada semua perempuan
Atas apa yang kau tulis tentangku adalah bukti bahwa kau ulung soal merangkai diksi.
Bukan apa tuan, aku terlalu lemah perihal meragu
Aku terlalu lemah memberikan percaya
Sekali lagi katakan padaku
bahwa mendakatiku adalah sebuah kesengajaan yang sudah kau rencanakan.

Larik VI

Aku ajak kau ke belentara takut dan gelisah
yang selama ini aku simpan rapat dalam seulas tawa
kau akan temukan banyak ragu yang menjulang tinggi
kemari ya tuan,
ajak aku tuk melupa bukan sekedar pasrah
aku total menyerah

Farahdilla A
Latest posts by Farahdilla A (see all)