Cadar dan Diskursus Fikih UIN Jogja

Cadar dan Diskursus Fikih UIN Jogja
©Syariah Center

Rektor UIN Jogja menggunakan pendekatan fikih dan geopolitik, jadi bukan soal kebebasan mimbar akademik atau HAM.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Jogja), Yudian Wahyudi, benar: apakah di kampus ikut perkuliahan boleh sarungan dan pakai kopiah; apa Anda boleh pakai celana pendek, celana bolong-bolong, kaos; kampus memang banyak mengambil hak kita kok, bahkan absen saja sudah mengekang.

Saya sering waktu kuliah pulang pagi, alasannya gini:

Suatu pagi saya masuk kuliah, kemudian bu dosen bilang, “Ali, mana copy buku teks mata kuliahmu?”

“Lha, buku apa? Minggu lalu saya nggak masuk, bu,” jawab saya.

Bu dosen kemudian bilang lagi, “Ini aku kasih bukunya, fotokopi. Dalam waktu 5 menit kamu nggak datang, kamu tidak boleh masuk.”

“Lima menit, bu? Dikit sekali. Ini lantai 4, bu. Jalan ke bawah aja 3 menit.”

Dalam kesempatan lain saya masuk kelas, dan saya akting sopan dengan mengucap salam.

“Ali, kenapa baru datang, udah setengah jam ini?”

“Anu, pak, antri mandi. Teman-teman mahasiswa baru pingin kuliah duluan.”

“Alah, alasan. Tutup pintu dari luar,” kata pak dosen.

“Alhamdulillah, libur lagi.” Dan saya nongkrong di warung angkringan.

“Ali, ini perkuliahan, topimu kayak topi komunis. Lepas topimu.”

Peraturan yang seperti itu banyak di kampus. Menurutku, isu cadar sekarang ini bukan persoalan demokrasi, juga melanggar hak berkeyakinan atau apa pun.

Seperti yang saya katakan kemarin, ini soal metodologi menafsirkan fikih, tetapi banyak sekali yang mengkritik UIN Jogja sebagai liberal dalam pemberitaan.

Saya katakan, kawan, dalam fikih surat al-Ahzab 59, an-Nur 31 dan 60, muslimah hanya wajibkan berjilbab, bukan cadar. Radikal adalah ketika kita menafsirkan suatu teks hukum yang lebih memilih berbeda dari mayoritas.

Merasa kalau menggunakan cadar lebih syar’i itu interpretasi radikal. Jadi, tidak harus berhubungan dengan gerakan ini, itu… Dalam kitab al-Umm bab Kitab Salat, imam Syafii menyatakan:

ﻭﻛﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ، ﺇﻻ ﻛﻔﻴﻬﺎ ﻭﻭﺟﻬﻬﺎ . ﻭﻇﻬﺮ ﻗﺪﻣﻴﻬﺎ ﻋﻮﺭﺓ

Seluruh badan wanita itu aurat, kecuali muka dan telapak tangan serta telapak kaki. Dalam kitab Fathul Muin juga sama, memakai cadar itu boleh. Istri nabi juga memakai cadar untuk membedakan dengan yang wanita lainnya.

Halaman selanjutnya >>>
Aly Mahmudi
Latest posts by Aly Mahmudi (see all)