Cadar dan Diskursus Fikih UIN Jogja

Cadar dan Diskursus Fikih UIN Jogja
Ilustrasi: Muslimah Bercadar (Syariah Center)

Dalam fikih surat al-Ahzab 59, an-Nur 31 dan 60, muslimah hanya diwajibkan berjilbab, bukan cadar. Radikal adalah ketika kita menafsirkan suatu teks hukum yang lebih memilih berbeda dari mayoritas.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Jogja), Yudian Wahyudi, benar: apakah di kampus ikut perkuliahan boleh sarungan dan pakai kopiah; apa Anda boleh pakai celana pendek, celana bolong-bolong, kaos; kampus memang banyak mengambil hak kita kok, bahkan absen saja sudah mengekang.

Saya sering waktu kuliah pulang pagi, alasannya gini:

Suatu pagi saya masuk kuliah, bu dosen bilang, “Ali, mana copy buku teks mata kuliahmu?”

“Lha, buku apa? Minggu lalu saya nggak masuk, bu,” jawab saya.

Bu dosen lalu bilang, “ini aku kasih bukunya, foto copy. Dalam waktu 5 menit kamu nggak datang, kamu tidak boleh masuk.”

“Lima menit, bu? Dikit sekali. Ini lantai 4, bu. Jalan ke bawah aja 3 menit.”

Dalam kesempatan lain saya masuk kelas, dan saya akting sopan dengan mengucap salam.

“Ali, kenapa baru datang, udah setengah jam ini?”

“Anu, pak, antri mandi. Teman-teman mahasiswa baru pingin kuliah duluan.”

“Alah, alasan. Tutup pintu dari luar,” kata pak dosen.

“alhamdulillah, libur lagi.” Dan saya nongkrong di warung angkringan.

“Ali, ini perkuliahan, topimu kayak topi komunis. Lepas topimu.”

Peraturan yang seperti itu banyak di kampus. Menurutku, isu cadar sekarang ini bukan persoalan demokrasi, melanggar hak berkeyakinan atau apapun.

Seperti yang saya katakan kemarin, ini soal metodologi menafsirkan fikih. Banyak sekali yang mengkritik UIN Jogja sebagai liberal dalam pemberitaan.

Saya katakan kawan, dalam fikih surat al-Ahzab 59, an-Nur 31 dan 60, muslimah hanya diwajibkan berjilbab, bukan cadar. Radikal adalah ketika kita menafsirkan suatu teks hukum yang lebih memilih berbeda dari mayoritas.

Merasa kalau menggunakan cadar lebih syar’i itu interpretasi radikal. Jadi, tidak harus berhubungan dengan gerakan ini, itu… Dalam kitab al-Umm bab Kitab Salat, imam Syafii menyatakan:

ﻭﻛﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ، ﺇﻻ ﻛﻔﻴﻬﺎ ﻭﻭﺟﻬﻬﺎ . ﻭﻇﻬﺮ ﻗﺪﻣﻴﻬﺎ ﻋﻮﺭﺓ

Seluruh badan wanita itu aurat, kecuali muka dan telapak tangan serta telapak kaki. Dalam kitab Fathul Muin pun sama. Memakai cadar itu boleh. Istri nabi juga memakai cadar untuk membedakan dengan yang wanita lainnya.

Tapi kalau menganggap cadar sebagai wajib dan mengajak yang lain bercadar, menurutku, inilah yang merupakan beda metodologi dalam menganalisa suatu perkara.

Cadar sudah digunakan sebagai alat untuk pertarungan diskursus fikih. Dalam pemikiran Islam kontemporer, di dunia Arab terutama, ada pertarungan wacana antara pembacaan teks tradisionalis dengan dzahiri tekstualis puritan.

Ini bukan persoalan biasa, tapi rebutan kebenaran dalam pembacaan teks yang berujung pada perebutan sistem politik. Seperti yang disebutkan oleh almarhum Asy Syahid Syeikh Said Ramadhan Al Buthi dalam bukunya yang berjudul Bahaya Bebas Madzhab, beliau menyatakan pembacaan teks secara dzahiri tekstualis akan berakibat pada perpecahan dalam masyarakat dan Suriah akan hancur.

Tahun 2011, apa yang dikatakan Syeikh Al Buthi terjadi. Bashar Al Assad dituduh Syiah dan ulama yang tidak sependapat dengan militan tekstualis dituduh juga. Apakah mewajibkan cadar bukan suatu yang radikal? Apa radikal harus melulu kekerasan?

Pak Rektor UIN Jogja menggunakan pendekatan fikih dan geopolitik, bukan soal kebebasan mimbar akademik atau HAM. Al Azhar juga melarang cadar di kampus dengan menggunakan fikih. Orang yang bercadar itu menggunakan pendekatan fikih dalam membenarkan tindakannya.

Kalau kita menggunakan pendekatan HAM, ya nggak nyambung. Kampus UIN Jogja punya produk intelektual fikih juga yang tidak mungkin dipahami oleh orang di luar kampus kalau dia bukan civitas akademik UIN. Ini pertarungan wacana, bukan cuma soal demokrasi.

Memakai cadar boleh. Siapa yang melarang? Tapi, ini kampus UIN punya diskursus fikih sendiri.

___________________

Artikel Terkait:
Aly Mahmudi
Latest posts by Aly Mahmudi (see all)