Desain Dihargai Murah

Desain Dihargai Murah
Ilustrasi: ruet.ac.bd

Nalar Warga – Saya pikir, kenapa mayoritas masyarakat kita masih menganggap sebelah mata karya seni serupa desain, lukisan, dan seterusnya. Karena bangsa kita adalah bangsa yang masih melihat aspek materi (fisik/kebendaan) segalanya.

Kreativitas, ide, dan waktu dianggap barang yang tidak terlihat dan tentu dianggap tidak berharga. Jualan desain adalah jualan data, atau gambar, yang secara fisik (seolah) tidak ada harganya.

Padahal daya tarik dan efektivitas fungsi sebuah benda tergantung pada desain (kemasannya), sehingga akan menentukan harga atau kegunaan benda tersebut.

Di sisi lain, para pemodal yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan memproduksi dan mereproduksi benda yang sering kali mengatur sang desainer atau sang kreator, dan menikmati kue terbesar dari keuntungan hasil penjualan benda tersebut.

Saat ini, beberapa desainer sudah mulai memproduksi dan memasarkan sendiri karya-karyanya, walaupun tidak semua punya kemampuan modal dan pengetahuan ke akses produksi.

Di sisi lain, sebagai mahluk sosial, kita tidak bisa terlepas dari ketergantungan antara satu dengan lainnya, termasuk hubungan kesalingtergantungan antara desainer dengan pemodal. Cuma yang jadi pokok persoalannya adalah adanya ketidakseimbangan antara keuntungan yang dihasilkan pemodal dengan kelayakan honor/pembayaran sang desainer.

Artinya, jika honornya layak, sang desainer akan mengerjakan dengan suka hati serta tidak merasa dikejar-kejar kebutuhan dapur harus ngebul, dan pada gilirannya karya-karya yang dihasilkan pun akan bermutu, sehingga penjualan jadi bagus. Jadi, kedua belah pihak untung.

*Guruh Ramdani

___________________

Artikel Terkait:

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet

    Latest posts by Warganet (see all)