Dilema Rakyat tentang Eks Narapidana Nyaleg DPR pada Pemilu 2024

Dilema Rakyat tentang Eks Narapidana Nyaleg DPR pada Pemilu 2024
©Perludem

Dilema Rakyat tentang Eks Narapidana Nyaleg DPR pada Pemilu 2024

Sejak dulu rakyat Indonesia merasa dipermainkan oleh para legislatif terpilih karena realitasnya antara kampanye sebelum terpilih dan sesudah dilantik, mereka enggan menyuarakan aspirasi rakyat padahal mereka adalah penyambung lidah rakyat kepada pemerintah pusat.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada periode tahun 2022 lalu, DPR berada di 55,3% dan parpol berada di 50,8 %. Sampel survei sebanyak 1.200 orang yang sudah berusia 17 tahun dengan menggunakan metode tatap muka.

Terkait isu sistem pemilu 2024 yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, yaitu sistem proporsional tertutup. Jika benar-benar menggunakan sistem proporsional tertutup, kemungkinan elite politik partai akan mendapat kendali besar dan keburukan dari sistem tertutup akan muncul lagi dan mencederai demokrasi.

Eks narapidana yag selesai menjalani hukumannya bisa mendaftar sebagai caleg karena sudah tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik peserta pemilu adalah partai politik yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu anggota DPR, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota.

Secara fenomena yang terjadi terkait kinerja DPR belakangan ini sangat tidak dipercaya oleh masyarakat itu berarti masyarakat dirugikan oleh anggota DPR tersebut. Sebaliknya mereka anggota DPR dinilai oleh masyarakat sebagai pihak yang diuntungkan dari terpilihnya sebagai anggota DPR, karena masyarakat berasumsi bahwa aspirasi dari rakyat tidak pernah di realisasikan oleh anggota DPR.

Segala pengambilan keputusan dalam memilih calon legislatif pasti mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Apabila masyarakat dalam pemilu 2024 mendatang salah memilih calon legislatif maka bersiap di manfaatkan oleh mereka. Bisa juga anggota legislatif yang terpilih tersebut menjadi koruptor-koruptor wajah lama dan baru.

Oleh sebab itu, masyarakat harus cermat, menganalisa dan mengambil keputusan mimilih calon legislatif tersebut. Jangan termakan janji-janji manis dan iming-iming uang dari calon legislatif. Salah mengambil keputusan maka risiko dalam rentang waktu 5 tahun mendatang akan dirasakan dampaknya oleh msayarakat.

Tugas kita sebagi penerus bangsa ini adalah merawat dan meneruskan serta mengisi perjuangan para pahlawan yang dulu merebut kemerdekaan. Bung karno pernah berkata “perjuangan ku mudah karena melawan penjajah, akan tetapi perjuangan kalian lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Baca juga:

Mari kita sukseskan pemilu 2024 dengan menjunjung nilai-nilai luhur yaitu toleransi.

Kalau tidak sekarang lalu kapan lagi? Kalau bukan kita lalu siapa?

Genggam erat tangan bersama-sama dan melangkah bersama demi Indonesia dan penerus bangsa ini.

Merdeka!

Kusuma Wijaya
Latest posts by Kusuma Wijaya (see all)