Dukung Hari Antihoaks, Rian Ernest Tawarkan 2 Cara Melawan Hoaks

Dukung Hari Antihoaks, Rian Ernest Tawarkan 2 Cara Melawan Hoaks
Jumpa Pers Koalisi Indonesia Kerja | Detikcom

Nalar PolitikPolitikus sekaligus Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest memberi apresiasi terkait usulan Hari Antihoaks Nasional setiap tanggal 3 Oktober. Tetapi, ketimbang sekadar memperingatinya secara seremonial belaka, Rian berharap perlawanan terhadap hoaks (kabar bohong) mesti ditempuh melalui cara-cara yang elegan, seperti menerapkan sistem pendidikan yang berisi materi-materi memerangi hoaks.

“Ada dua cara yang saya kira patut diberlakukan dalam rangka melawan hoaks. Pertama, menerapkan kurikulum yang bahas terkait upaya memerangi hoaks. Tentang ini, kita bisa mencontoh Brazil yang menerapkan bagi para pelajar sekolah (SD, SMP, dan SMA); pendidikan sejak dini,” jelas Rian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/10).

Dan yang kedua, lanjut Rian, penempatan elite politik sebagai garda terdepan juga mesti diberlakukan. Mereka diharapkan dapat menangkal hoaks melalui informasi-informasi valid yang disebarluaskan, terutama di kanal-kanal media sosial masing-masing.

“Para politisi harus berperan-serta, setidaknya mengabarkan via media sosial bahwa suatu kasus benar adanya atau tidak. Ini jauh lebih berdampak dibanding sekadar merayakan hari antihoaks secara seremonial belaka.”

Sebelumnya, Generasi Muda Tolak Hoaks beranggotakan kader partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf memberi dukungan penuh atas usulan Hari Antihoaks Nasional. Mereka menyayangkan hoaks tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet yang sempat beredar beberapa hari belakangan ini dan bikin gaduh masyarakat Indonesia.

Generasi Muda Tolak Hoax itu terdiri dari Rian Ernest (PSI), Dave Laksono (Golkar), Virgie Baker (NasDem), dan Cakra Yudiputra (PKPI). Mereka menilai Hari Antihoax Nasional bisa dijadikan momentum pengingat jika ada hoaks yang bikin gaduh kembali.

“Hari anti-hoaks ini perlu diadakan, ya, dan ini perlu disebarluaskan juga untuk memberantas hoaks. Kita harus menegakkan UU ITE dan yang ketangkap harus kena hukuman. Penggunaan internet harus dewasa,” kata Dave dalam jumpa pers yang berlangsung di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Demikian halnya dengan pandangan politikus PKPI Cakra Yudi Putra. Menurutnya, peringatan ini bisa jadi momentum tepat bagi masyarakat Indonesia untuk senantiasa mengingat bahwa hoaks benar-benar merusak tatanan bangsa.

“Ini sesuatu yang bagus, suatu yang harus diapresiasi. Sangat kita harapkan akan benar diwujudkan sebagai hari antihoaks. Karena tentunya, dengan adanya peringatan ini, menjadi semacam peringatan untuk kita bahwa pernah terjadi sesuatu di negeri ini (tepat tanggal 3 Oktober).”

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik