Efek Jokowi di Sikap Publik terhadap Masa Jabatan Presiden

Efek Jokowi di Sikap Publik terhadap Masa Jabatan Presiden
©Election Watch

Ada efek Jokowi terhadap sikap publik.

Nalar Politik – Publik umumnya menghendaki agar masa jabatan presiden 2 kali harus dipertahankan. Mereka yang setuju cukup besar, yakni 74 persen, sedangkan yang ingin perubahan hanya 13 persen, dan yang tidak punya sikap 13 persen. 

Hal itu ditemukan dari survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Melalui rilis dan webinar surveinya hari ini di Jakarta, 20 Juni 2021, SMRC turut menemukan kejanggalan sikap di dalamnya. 

“Umumnya publik tidak setuju presiden Jokowi kembali menjadi calon presiden untuk ketiga kalinya (32,9 persen). Yang setuju jumlahnya lebih sedikit, 40,2 persen, dan yang tidak menjawab 6,9 persen.”

Namun, pada tingkat dasar, 74 persen publik yang ingin presiden 2 periode saja, ketika disodorkan nama Jokowi untuk kembali menjadi calon pada 2024, pendukung “2 periode saja” tersebut cukup banyak yang goyah. 

“Sehingga tidak lagi 74 persen yang menolak Jokowi kembali menjadi calon meskipun yang menolak Jokowi menjadi calon tetap mayoritas (52,9 persen).

Hal itu membuktikan bahwa ada efek Jokowi di sikap publik terhadap masa jabatan presiden mendatang. [sm]

Baca juga: