Elon Diundang Pecundang Sélon

Elon Diundang Pecundang Sélon
©Twitter

Jika benar Elon Musk kelak memilih Indonesia, itu pasti adalah cerita luar biasa yang patut kita sebarkan.

Nalar Warga – “Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar dan saya rasa kita melalui Tesla dan Space X akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia.”

Itu adalah sepenggal kalimat yang keluar dari Elon Musk terkait potensi dua perusahaannya yakni Tesla dan Space X untuk hadir di Indonesia.

Kemarin, sebelum kalimat itu keluar dari mulut Elon Musk, ramai para tak senang pada Jokowi berteriak tak tahu malu. Tak ada bahan gorengan besar, hal remeh-temeh mereka muntahkan. Bau anyir sebagai muntahan berulang-ulang, bahasa Inggris pak Presiden Jokowi mereka permasalahkan.

Bukan hanya itu, gimik Presiden saat bertemu Elon pun mereka jadikan bahan untuk menghinanya. Tak ada rotan, akar pun jadi; tak ada hal besar tersisa untuk mereka kritisi, hal tak berguna pun mereka pungut untuk kemudian mereka lempar.

Lebih dari itu, ketika dari luar negeri suara iri terkait seorang Presiden yang rela utk mendatangi seorang calon investor kakap mendapat pujian, di dalam negeri, oleh sebagian rakyatnya yang bebal itu, sekali lagi dia dihujat. Dia dianggap merendahkan jabatan Presiden yang diembannya.

Adakah istilah selain “pecundang” dapat disematkan pada para nyinyir itu?

Sesungguhnya, mereka sudah kalah telak dalam semua hal. Bila 100 pertandingan telah mereka lakukan, tak satu pun laga pernah mereka menangkan. Bahkan skor seri pun tak pernah mereka peroleh.

Namun ketika bebal telah menetap di benak, adakah asa keluar dari kutukan itu? Sepertinya tidak. Sepertinya, seumur hidup mereka hanya akan tetap menjadi pecundang.

Baca juga:

Dan seperti biasa, seperti pepatah berkata “anjing menggonggong kafilah berlalu”, dia tak acuh dengan semua cibiran itu. Dia tetap fokus pada tujuannya berusaha menjadikan Indonesia sebagai salah satu raksasa ekonomi baru. Dan itu butuh kehadiran sebanyak mungkin investor.

Siapakah pernah berkata “kaki jadi kepala, kepala jadi kaki akan saya lakukan bila terkait masa depan anak”? Ya itu suara pasti dari seorang IBU.

Dan ketika demi rakyatnya dia rela melepas protokoler sebagai seorang Presiden dengan menemui Elon Musk di kantornya, kenapa kita tak justru berpikir bahwa beliau sedang mengambil peran sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya?

Beliau mau melakukan apa pun demi rakyatnya.

Warga Malaysia melihatnya. Mereka berteriak iri Indonesia memiliki Presiden seperti itu. Dalam nada canda pada media sosial, mereka berungkap ingin melakukan barter dengan Perdana Menterinya.

Indonesia memang pantas untuk menjadi tujuan investasi Tesla selain Cina dan Jerman.

Salah satu keunggulan Indonesia dibanding banyak negara lain adalah kita sebagai produsen utama nikel terbesar di dunia di mana itu merupakan bahan utama untuk baterai sekaligus komponen terbesar bagi kendaraan listrik.

Beberapa saat yang lalu Indonesia telah menarik perhatian beberapa produsen baterai dan mobil melalui berbagai insentifnya. LG Energy Solution, bersama dengan perusahaan lain, serta pabrikan mobil listrik Hyundai Motor Company telah melakukan investasi besar-besaran di Indonesia.

Halaman selanjutnya >>>
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)