Etika Demokrasi menurut Rocky Gerung

Etika Demokrasi menurut Rocky Gerung
©Kastra

Konsep etik dalam penyelenggaraan demokrasi yang Rocky Gerung gagas berdasarkan pada adanya kesetaraan hak dan kebebasan warga negara. Sebab prinsip primer dari demokrasi adalah keutamaan warga negara dalam setiap agenda bernegara.

Tujuan demokrasi adalah yang mengutamakan kedaulatan rakyat di atas kedaulatan yang lain. Menurut Rocky Gerung, dalam demokrasi, status ontologi warga negara lebih tinggi dari keanggotaan partai politik. Tidak ada warga negara berarti tidak ada demokrasi, tetapi politik dapat terlaksana tanpa partai politik.

Ketika membahas tentang tujuan demokrasi sebagai cita-cita, Rocky Gerung sangat menyadari bahwa demokrasi adalah hasrat yang tak pernah sampai. Karena kita tahu, manusia sebagai individu pada dasarnya tidak akan pernah mengalami kepuasan.

Tetapi kebutuhan manusia dalam demokrasi harus terpenuhi secara adil.

Ironisnya, saat ini kebutuhan (utilitas) demokrasi tidak lagi terukur melalui ambisi etisnya, yakni “dari, oleh, dan untuk rakyat”. Melainkan dengan kenyataan teknis, yaitu menghitung jumlah konsensus atau sebuah keputusan dari suara rakyat. Konsensus inilah yang terejawantahkan melalui Pemilu.

Penentuan demokrasi dari suara terbanyak atau suara mayoritas akan sangat berpengaruh besar dalam mengambil sebuah konsensus. Dasarnya the winner takes all. Artinya, suara mayoritas yang akan semau-maunya menentukan kebijakan politik sebuah masyarakat. Padahal dalam demokrasi, hak asasi manusia (HAM) mesti menjadi prioritas.

Pemahaman sekaligus praktik demokrasi semacam inilah yang dalam pandangan Rocky cenderung akan melahirkan oligarki. Karena prosedural demokrasi berlaku secara elektoral (koalisi, electoral treshold) yang memungkinkan terjadinya transaksi politik status quo.

Karena itu pula, tidak aneh kalau pengkritik demokrasi seperti Gatano Mosca, Clifrede Pareto, dan Robert Michels cenderung melihat demokrasi sebagai topeng ideologis yang melindungi tirani minoritas atas mayoritas. Artinya, suara mayoritas dalam agenda politik elektoral hanya berguna sebagai alat bagi kelompok oligarki untuk menjalankan kepentingan mereka.

Demokrasi

Pada prinsipnya, semua warga negara membutuhkan sebuah sistem pemerintahan yang demokratis. Di mana, semua orang memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan untuk dapat mengubah hidup mereka. Maka muncul sistem demokrasi sebagai sistem pemerintahan sebuah negara.

Tentu konsep demokrasi merupakan antitesis dari sistem monarki dan kekuasaan para bangsawan (aristokrasi).

Baca juga:

Kata “demokrasi” pertama muncul pada mazhab politik dan filsafat Yunani kuno di negara-kota Athena (John Dunn, 1994). Dalam buku Origin of Democracy in Ancient Greece karya Robert Wallace, dkk (2007), ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum orang anggap sebagai negara demokrasi pertama pada 508-507 SM.

Secara etimologis, demokrasi berasal dari kata Yunani demos yang berarti rakyat, dan kratos/kratein berarti kekuasaan/berkuasa. Demokrasi berarti rakyat berkuasa atau government by the people (Budiarjo, 2008).

Menurut Gunawan Sumodiningrat & Ary Ginanjar Agustian (2008), demokrasi juga merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan beserta praktik dan prosedurnya. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Dan pada akhirnya kita mengenal semboyan dari prinsip demokrasi yang Robespierre cetuskan di Prancis untuk melawan absolutisme pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715). Yakni, Liberte (kebebasan), Egalite (persamaan), dan Fraternite (persaudaraan).

Dari sinilah titik awal (starting point) demokrasi menjadi pilihan terbaik untuk terpraktikkan dalam sistem pemerintah suatu negara di belahan dunia. Data yang The Economist Intelligence Unit keluarkan pada 25 Januari 2017, sudah 86 negara di dunia ini yang menerapkan sistem demokrasi.

Ideal Demokrasi

Perihal tentang idealnya dari sistem demokrasi dalam pandangan Rocky Gerung harus menyentuh sesuatu yang paling mendasar dari sebuah bangsa.

Halaman selanjutnya >>>

Latest posts by Nardi Maruapey (see all)