Evaluasi Publik Nasional atas Kondisi Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022

Evaluasi Publik Nasional atas Kondisi Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022
©SMRC

Nalar Politik – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai evaluasi publik nasional atas kondisi ekonomi-politik di penghujung 2021 ini penting kita amati. Tidak sekadar bertujuan mengungkap realitas terkini, ada harapan temuannya bisa sebagai rujukan akurat para pengambil kebijakan di masa mendatang.

Karena itu, melalui rangkaian survei nasionalnya, pembaruan terakhir pada 8-16 Desember 2021, SMRC berusaha menjawab bagaimana penilaian publik terkait kondisi ekonomi-politik di Indonesia sekarang dan seberapa optimistis mereka dengan keadaan tersebut setahun ke depan.

“Optimisme publik tersebut dapat menunjukkan seberapa besar modal psiko-sosial yang bangsa kita miliki untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, dalam webinar dan rilis survei SMRC hari ini, Minggu, 26 Desember 2021.

SMRC turut mengentaskan evaluasi publik nasional atas kinerja pemerintah dalam menangani berbagai masalah. Salah satu yang utama adalah kinerja pemerintah mengatasi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi akibat wabah.

Untuk populasi survei, SMRC memasukkan seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei berlangsung. Dari populasi itu, 2.420 responden terpilih secara multistage random sampling dengan response rate (responden valid) 2.062 atau 85 persen. Mereka ini yang kemudian menjadi objek analisis.

Dengan ukuran sampel tersebut, sekitar 2,2 persen margin of error survei pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Surveyor terlatih mewawancarai responden terpilih lewat tatap muka.

Quality control terhadap hasil wawancara secara random 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control, tidak ada temuan kesalahan berarti,” jelas Deni.

Kondisi Ekonomi

Temuan SMRC menunjukkan, 36,3 persen warga menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih/jauh lebih baik daripada tahun lalu. Yang menilai lebih/jauh lebih buruk 31,9 persen, yang merasa tidak ada perubahan 27 persen, dan yang tidak tahu/tidak menjawab 4,8 persen.

Baca juga:

Pada keadaan ekonomi rumah tangga sekarang, 41,5 persen menilai lebih/jauh lebih baik daripada tahun lalu. Yang menilai lebih/jauh lebih buruk 28,8 persen, yang merasa tidak ada perubahan 29,2 persen, dan yang tidak tahu/tidak menjawab 0,5 persen.

Untuk kondisi di tahun depan ketimbang sekarang, SMRC menemukan warga pada umumnya optimistis. Hal ini tampak dari sekitar 62,2 persen yang menilai akan lebih/jauh lebih baik. Yang menilai sebaliknya 10,6 persen, yang menilai tidak ada perubahan 19,2 persen, dan yang tidak tahu/tidak menjawab 7,9 persen.

Begitu pun dengan ekonomi rumah tangga. Terdapat 72,9 persen yang menilai akan lebih/jauh lebih baik. Hanya 6,7 persen yang menilai sebaliknya, 15,9 persen yang menilai tidak ada perubahan, dan 4,4 persen yang tidak tahu/tidak menjawab.

Halaman selanjutnya >>>