Ferdinand Hutahaean Sebut Ahok Caper, Ima Mahdiah: Mungkin Iri

Ferdinand Hutahaean Sebut Ahok Caper, Ima Mahdiah: Mungkin Iri
Foto: Ferdinand & Ima

Nalar Politik Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyebut Ahok caper (cari-cari perhatian). Kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta ini ke sejumlah hasil proyek pemerintah dianggap tidak elok; seolah mengkritik gubernur baru (Anies Baswedan) yang sedang bekerja.

“Apakah Anda @basuki_btp (Ahok) ingin jadi menteri sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik?,” kicau Ferdinand.

“Anda itu mantan gubernur. Tunggu Anies selesai, nanti pilkada lagi, silakan ikut,” tambahnya di kicauan tertanggal 7 Juli 2019 itu.

Saat salah seorang warganet menyerang, menilai Ahok punya kapasitas, integritas, dan pengalaman, berbanding terbalik dengan Agus Harimurti Yudhoyono yang katanya “dikarbit” dan “salah matang”, Ferdinand pun kembali mempertegas:

“Saya tidak bicara tentang AHY, tapi sedang bicara tentang mantan napi (Ahok) yang merasa besar jasanya dan merasa layak mengkritik gubernur yang sedang bekerja (Anies). Kalau mau maju lagi, nanti kan pilkada lagi, silakan ikut lagi. Mudah.”

Mendengar itu, staf Ahok, Ima Mahdiah, kemudian bersuara. Menurutnya, celotehan Ferdinand yang menyebut Ahok caper itu muncul karena rasa iri hati.

“Saudara Ferdinand Hutahaean mungkin iri ketika naik MRT tidak ada warga yang mengenalnya,” sentil Ima.

Lagi pula, lanjut Ima, Ahok kini adalah warga biasa. Sebagai warga, tidak ada ketentuan khusus yang bisa mengatur Ahok apakah boleh naik MRT Jakarta dan mengunjungi tempat-tempat tertentu, meski hasil proyek di masa pemerintahannya, atau tidak.

“BTP sekarang warga biasa. Kenapa harus takut BTP manuver? Apa ada ketentuan kalau BTP tidak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya?”

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik