Framing Media dalam Wacana Kebangsaan

Framing Media dalam Wacana Kebangsaan
©Akuratnews

Tulisan ini sebagai pengantar dasar pemantik diskusi dengan tajuk “Framing Media dalam Wacana Kebangsaan” yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta (DPK GMNI FH UJB Yogyakarta) pada 12 Juni 2022 sebagai bentuk refleksi kegelisahan melihat realitas bangsa yang dewasa ini mengalami ancaman yang amat serius di tengah masifnya informasi melalui digital yang sering kali mengalami disinformasi.

Banjirnya informasi yang beredar di dalam masyarakat tentu menjadi tantangan tersendiri yang amat besar bagi bangsa Indonesia dalam rangka memperkuat ukhuwah wathoniyah atau persatuan Indonesia di tengah keberagaman yang dirajut di dalam Kebinekaan Tunggal Ika. Pasalnya, dengan masifnya informasi yang beredar, terdapat dua sisi biner yang mengarah pada informasi, baik yang bersifat positif maupun negatif.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), melalui informasi yang diwartakan oleh Tempo.co, menyebutkan sejumlah 9.546 hoaks sejak 2022, baik yang menggunakan media sosial maupun internet. Menurut amat penulis, yang menjadikan hoaks salah satu contohnya yakni memproduksi konten maupun narasi negatif yang tidak edukatif, sehingga kontradiktif dengan ciri dan karakteristik kebangsaan Indonesia.

Tahun 2021 merupakan angka tergolong cukup besar dalam penyebaran hoaks. Kementerian Kominfo mencatat telah menemukan dan melakukan pemutusan akses terhadap 565.449 konten negatif. Bahkan Kemenkominfo dalam klaimnya melakukan debunking atau penerbitan klarifikasi terhadap 1.773 misinformasi dan disinformasi yang beredar di masyarakat (Kompas.com).

Kendati demikian, melansir dari informasi Facebook (Aji Cahyono) yang saya tulis, masifnya penyebaran informasi tidak terlepas dengan peran media massa yang seiring dengan kemajuan zaman, atau bahkan hampir secara keseluruhan masyarakat Indonesia mempunyai teknologi yang begitu canggih, sehingga masyarakat dapat memproduksi narasi atau konten yang sesuai dengan keinginannya.

Bagaimana tugas kita? Tentunya menjadi tugas kolektif sebagai bagian dari elemen bangsa Indonesia dalam rangka melibatkan diri melalui peran dari semua stakeholder dalam rangka menjadi gawang utama untuk menjaga integritas dan integrasi bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang dirajut dalam persatuan Indonesia.

Membangun sebuah wacana tentang nilai kebangsaan tidak hanya sekadar diwacanakan dalam momentum yang bersifat temporer atau ketika adanya ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Tentunya menurut amat penulis adalah secara konsisten dan istikamah dalam mempropagandakan wacana tentang kebangsaan yang bersifat konstruktif, bukan destruktif.

Pasalnya, kita harus sadar sebagai makhluk yang dewasa, di kemudian waktu dalam membangun bangsa Indonesia ke rarah kemajuan harus menyiapkan regenerasi, yang mana anak bangsa Indonesia yang akan memegang tongkat estafet bangsa ini secara dini harus dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk saling bahu-membahu, terutama tugas utama adalah bagaimana media massa mempunyai nilai ideologi kebangsaan, agar tidak kebablasan dalam kebebasan berekspresi dengan memproduksi konten yang desktrutif dan disintegrasi buat bangsa.

Baca juga:

Pentingnya sebuah kesadaran dari pengguna media sosial atau internet untuk menciptakan iklim berkomunikasi digital yang berlandaskan Pancasila dan Bineka Tunggal Ika yang mengandung nilai dan karakteristik positif demi kebaikan bangsa Indonesia. Mari bersama-sama berkolaborasi untuk bangsa ini dengan merawat kebinekaan dengan membangun narasi positif. Namun seiring dengan berjalannya waktu, media sering kali menghiasi beragam macam informasi yang beredar.

Oleh karena itulah perlu adanya analisis konten dan wacana yang bermuatan positif. Meskipun demikian, kejujuran dan keberanian harus diungkapkan, baik yang berprofesi sebagai Dosen/Akademisi/Peneliti maupun Jurnalis, karena keduanya tidak bisa terpelas dalam memproduksi data, seiring dengan kesamaan visi dan misi dalam membangun negara yang lebih baik.

Aji Cahyono
Latest posts by Aji Cahyono (see all)