Gak Pernah Jadi Ketua, Gimana Mau Interview Kepanitiaan Program Kerja Organisasi di Perkuliahan?

Gak Pernah Jadi Ketua, Gimana Mau Interview Kepanitiaan Program Kerja Organisasi di Perkuliahan?
©Teyengnulis

Para pelajar tingkat akhir sedang dihadapkan dengan pendaftaran mahasiswa baru perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kasus Covid-19 yang sudah mulai mereda membuat semangat para pelajar itu makin tinggi. Semua berlomba, bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi impian mereka masing-masing dengan tujuan dan harapan yang mungkin juga berbeda. Namun, hasil apa pun itu tetap harus disyukuri.

Kalau sudah masuk ke perguruan tinggi, kalian harus tahu ini. Sebenarnya mahasiswa itu punya 2 trek, yaitu akademik dan non-akademik atau sering kita sebut dengan leadership. Dan juga mahasiswa terdiri dari 4 jenis.

Apa aja sih? Kan biasanya cuma 2 aja, mahasiswa ambis sama mahasiswa kupu-kupu.

Nah, jadi mahasiswa itu ada yang disebut ‘mahasiswa murni’. Ini mahasiswa yang berangkat ke kampus buat kuliah; terus kalau udah selesai, langsung pulang ke kost atau ke rumah. Jadi mahasiswa jenis ini tidak mengikuti kegiatan apa pun, ya kita biasa menyebutnya ‘mahasiswa kupu-kupu’.

Yang kedua kita temui ‘mahasiswa aktivis’. Mahasiswa terlalu aktif mengikuti kegiatan ataupun organisasi, sedangkan dia melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa.

Selanjutnya ‘mahasiswa hedonis’; hedonis? Yang pasti mereka suka hedon, serba bermerek, serbamahal, dia menghambur-hamburkan uang demi penampilannya, apalagi sekarang di dunia nyata dan di dunia online sedang gencarnya tentang fashion.

Yang terakhir ada ‘tipologi mahasiswa’, mahasiswa yang bisa membagi akademik dan non-akademiknya.

Setelah tahu jenis mahasiswa itu bisa dilihat kalau kita harus jadi ‘tipologi mahasiswa’, yang mana akademik dan non-akademiknya itu seimbang. Mahasiswa jenis ini bisa mengatur waktu dan paham skala prioritasnya.

Baca juga:

Tapi, gimana buat kita yang ketika menempuh SLTA tidak mengikuti organisasi, namun ingin menjadi mahasiswa yang mengejar non-akademiknya di perkuliahan?

Sebenarnya tidak menjadi masalah ketika kita belum pernah mengikuti suatu organisasi saat sekolah dan ingin mengikuti organisasi di perkuliahan. Yang penting adalah tunjukkan bahwa benar-benar ingin belajar dan berkembang di organisasi tersebut. Tunjukkan juga bahwa berniat masuk suatu organisasi dan bertahan sampai akhir.

Karena sejatinya mahasiswa adalah ‘maha’ siswa, bukan lagi hanya siswa, berarti bahwa mahasiswa merupakan siswa yang memiliki tingkat lebih tinggi lagi. Mahasiswa memiliki peran di masyarakat sendiri, yaitu menjadi seseorang yang mempunyai potensial memahami perubahan dan perkembangan lingkungan masyarakat hingga dunia pendidikan. Maka mahasiswa memiliki peran menjadi ­social controller, agent of change, dan iron stock.

Agent of change atau agen perubahan, bahwa mahasiswa merupakan pembawa perubahan, baik dalam masyarakat maupun kontribusi dalam pendidikan. Mereka adalah harapan bangsa supaya membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ketika menjadi mahasiswa, maka diharapkan bahwa mahasiswa ini mempunyai intelek dan cara berpikir yang bagus dan lebih matang. Banyak yang berpendapat pula sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah.

Sebagai pembawa perubahan inilah maka organisasi organisasi di lingkungan kampus tidak memandang pengalaman keorganisasian sebelumnya, karena setiap yang menjadi mahasiswa akan memiliki perubahan, entah dalam sisi sifat, sikap, pemikiran, dan lain sebagainya.

Namun organisasi ataupun UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) akan menerima bagi mereka yang memiliki niat dan tekad dalam belajar, berkontribusi, berkembang, dan mengabdi secara legawa (tanpa paksaan) sampai akhir dari masa baktinya, atau mungkin sampai nanti sudah menjadi alumni untuk membimbing adik-adiknya.

Setelah masuk ke dalam organisasi maupun UKM, akan dilaksanakan program kerja yang membutuhkan kepanitiaan. Kepanitiaan tersebut diisi oleh anggota dari organisasinya sendiri.

Jadi kalau udah masuk organisasi, otomatis akan jadi panitia program kerja ya? Tidak, tentu kepanitian itu akan dipilih atau diseleksi lagi, karena anggota suatu organisasi itu kan banyak dan masing-masing mempunyai keahlian sendiri. Pastilah sebelum melaksanakan program kerja akan diadakan seleksi kepanitiaan.

Halaman selanjutnya >>>