Gereja Diteror, Jokowi Diam Saja

Gereja Diteror, Jokowi Diam Saja
©YouTube

Sejak Jokowi terpilih 2014, ada banyak gereja dibakar, dirobohkan, diteror, dipersulit, diserang. Jokowi diam.

Suatu hari, bos Bukalapak, Achmad Zaky, mencela Jokowi. Akibatnya, ribuan pendukung Jokowi melawan Zaky. Ratusan ribu orang memboikot Bukalapak.

Esoknya, Jokowi mengundang Zaky, bicara santai di Istana. Jokowi menenangkan pendukungnya. Jokowi mendukung Zaky agar lebih berkembang lagi.

Bandingkan perlakuan Jokowi dengan kita.

Sejak Jokowi terpilih 2014, ada banyak gereja dibakar, dirobohkan, diteror, dipersulit, diserang. Jokowi diam.

Beberapa minggu lalu, Gereja St Joseph Karimun berencana merenovasi gereja yang sudah berdiri sejak 1928. Gereja itu didemo segelintir orang intoleran. Ujungnya, IMB dicabut.

Kemarin, renovasi gereja dilanjutkan. Gereja itu didemo lagi. Puluhan orang teriak-teriak dengan sangat kasar. Pastor diancam, lalu diamankan di Polres.

Apa yang ditawarkan aparatur pemerintah daerah di sana?

Gereja itu ditawarkan pindah lokasi, jauh dari pusat kota. Gereja St Joseph dijadikan cagar budaya. Ini gaya mafia merampas aset milik orang lain, ancam lalu tawarkan barter. Jika tidak mau, hancurkan.

Baca juga:

Saya tidak bisa membedakan apakah pemerintahan Jokowi ini pemerintahan yang berasas hukum sebagai panglima atau berasas hukum rimba. Lebih buruk dari cara-cara pemerintah kolonial Belanda sekalipun.

Hari ini, sudah jutaan orang pendukung Jokowi kecewa dan marah dengan kasus-kasus intoleransi ini. Jokowi diam saja.

Jika tidak ada keadilan, maka musnahlah perdamaian. Itu artinya, luka, amarah, dan perpecahan tinggal menunggu waktu saja.

Satu orang Achmad Zaky, Presiden Jokowi begitu peduli. Jutaan orang menangis karena hak dasar beribadah diteror, Jokowi diam saja. Tanpa suara, tanpa aksara.

Pak Jokowi, bapak sehat? Salam perjuangan penuh cinta

*Birgaldo Sinaga

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)