Globalisasi? Melahirkan Penindasan/Pemanfaatan

Globalisasi? Melahirkan Penindasan/Pemanfaatan
©Berdikari Online

Pada proses perkembangan teknologi, globalisasi terjadi karena saling keterkaitan dengan adanya kapitalisme global. Globalisasi tidak bisa dihindari oleh semua negara, sehingga memicu masuknya kapitalisme dalam sendi sistem perekonomian beberapa bangsa.

Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan peneliti terhadap sistem kapitalisme terhadap penindasan kaum ploetar di era globalisasi terhadap pemikiran Karl Marx. Konsep kapitalisme sekarang ini bisa dibuktikan dengan adanya perkembangan modernisasi, pada era global seperti halnya aspek kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi secara bersamaan.

Pada era saat ini globalisasi ekonomi sudah merambat luas di negara-negara, dengan didukungnya berkembangnya teknologi dan komunikasi serta transportasi. Dengan adanya perubahan revolusi tegnologi memudahkan negara-negara dalam menjalankan suatu aktivitas ekonomi, komunikasi informasi dan transportrasi, kemajuan teknologi akan meningkatan dan memudahkan proses produktivitas industri antar negara-negara.

Di sisi lain globalisasi ekonomi dapat menimbulkan instabilitas nasional dan internasional dunia dalam bidang ekonomi maupun politik internasional. Bahkan dengan adanya kemajuan globalisasi akan mengancam kekuasan pemerintah dalam mengambil suatu keputusan seperti halnya pengembangan demokrasi serta peningkatan kesejahteraan.

Perkembangan dunia bergerak secara dinamis, gerak lajunya berkelanjutan tanpa ada yang dapat mengontrol pergerakannya. Perkembangan di era ini di mana dunia menjadi sumber global, segala macam informasi, komunikasi, dan kebudayaan mengalami pergerekan yang sangat cepat, tanpa adanya batasan-batasan. Kemajuan itulah yang dinamakan globalisasi.

Banyak orang beranggapan bahwa kapitalisme global berada di cangkupan globalisasi, melihat sebagai aturan dunia yang menjadikan persatuan antar masyarakat dalam mengalami kesengsaraan dan ketimpangan ekonomi.

Hal itu ternyata bertolak belakang dengan kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat sekarang, di mana masih adanya pemisah kelas antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin. Seperti dunia dibagi menjadi golongan atas pemilik modal dan golongan bawah sebagai peminjam modal.

Pada dasarnya, tatanan globalisasi dunia penuh terjadinya ketimpangan. Kemajuan yang diharapkan tidak dapat dinikmati secara merata oleh semua kalangan masyarakat.

Baca juga:

Selain itu, dengan adanya kemajuan teknologi dan pasar yang bebas menyebabkan dunia bersatu sehingga timbul berkembangnya masyarakat yang konsumtif. Pasar menciptakan dan membutuhkan masyarakat pekerja untuk diperas keringatnya untuk memperkaya kaum kapitalis dan menekan kehidupan ekonomi kaum pekerja.

Penjelasan tersebut bahwa para kaum borjuis adalah kaum yang memiliki modal usaha dalam produksi dan kaum borjuis pada jaman era globalisasi ini kaum borjuis tidak hanya para kaum yang memiliki modal besar namun juga para kaum borjuis kecil yang membuka industri kecil  atau bisa diartikan orang yang memiliki modal dan mengoperasikan kegiatan operasionalnya dengan lebih kecil.

Sedangkan kaum atau kelas ploetar kelas atau masyarakat yang tidak berhak atas  alat produksi namun mereka yang memproduksi barang, dengan dipaksa bekerja dengan baik dan profesional namun hanya mendapatkan gaji yang kurang untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya. Sehinga mereka hanya bisa menjadi buruh kepada kelas pemilik modal.

Dalam teori Karl Marx pembagian kelas tidak hanya dua kelas saja namun masih banyak pemikiran pemikiran Karl Marx yang memengaruhi tebentuknya suatu kelas. Namun Karl Marx  juga menilai bentuk sosial terus mengalami bentuk perubahan dan varian. Di mana akan mengalami berubahan seiring berjalanya waktu akan mulai terlihat perbedaannya yang menimbulkan kelas-kelas baru akan muncul.

Sistem kapitalisme sudah melakukan eksploitasi terhadap kaum proletar. Karl Marx berpendapat bahwa suatu barang yang telah dihasilkan oleh kaum borjuis atau pemilik modal semata-mata adalah hasil dari kerja keras para kaum buruh. Karl Marx menanggapi sistem kapitaliseme hanya akan melahirkan  antara dua golongan yakni golongan kaum ploetar atau buruh dan juga kaum borjuis atau kaum pemilik modal.

Sistem kapitalisme sendiri hanya akan memberikan keuntungan kepada kaum borjuis di mana kaum borjuis atau pemilik modal mencari keuntungan dengan sebanyak-banyaknya tanpa memedulikan kaum buruh di mana kaum borjuis mencari keuntungan dengan cara menekan biaya produksi berupa menekan para gaji kaum buruh dengan tujuan mendapatkan laba sebanyak mungkin tanpa mengurangi nilai dari barang yang dihasilkan oleh perusahaan.

Alienasi dalam pekerjaan merupakan perbedaan konsekuensi dari keberadaan dua kelas tersebut. Kelas borjuis adalah para kaum pemilik alat-alat produksi yang berupa mesin-mesin industri, tanah kepemilikan dan pabrik. Sedangkan kelas proletar adalah kaum pekerja tanpa memiliki fasilitas dan tempat sarana kerja yang dengan keterpaksaannya menjual waktu dan tenaga kepada kaum kapitalis.

Dalam kegiatan produksi keduanya saling membutuhkan. Para pemilik modal menyediakan alat produksi untuk kaum buruh bekerja memperkaya kaum kapitalis, sedangkan kaum buruh mendapatkan upah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya..Para kaum kapitalis memperoleh keuntungan dari alat produksi karena para buruh yang bekerja dalam membuat produksi barang tersebut.

Halaman seanjutnya >>>