Hujan dan Kerinduan

Hujan dan Kerinduan
Ilustrasi: hipwee

Hujan

Tetesan air yang berjatuhan dari langit kelam
Ia yang terkadang meninggalkan genangan, tapi
Sering kali meninggalkan kenangan

Kekasih Hujan

Malam ini hujan kembali menyapa, kekasih
Ia membawa rintik yang sungguh begitu ritmis

Kekasih
Di antara rintik hujan malam ini
terselip rindu tentangmu
tentang rasa yang tak tersampaikan
dan pengharapan yang tak bertemu tujuannya

Kekasih
Hujan ini bukan hanya membawa genangan
Tapi lebih banyak menyisakan kenangan

Kerinduan

Di ujung sore ini, hujan turun bersama angin dingin
yang membawa rinduku kepadamu
aku merindukanmu, manisku!

aku rindu memang
tapi rindu sendiri
tak bisa aku terjemahkan
namun kerinduan ini telah membuatku terkapar dan meratap

manisku, kapan kita bersua melepas rindu
aku ingin menatap wajah teduh dan senyum manis dari bibirmu
akankah aku bisa memiliki dirimu dalam wujud
ataukah hanya menjadi angan dalam imajiku

Sungguh aku tersiksa dengan rindu ini, manisku
aku ingin memilikimu dalam wujud Cinta
yang diridai sang Pencipta

Akhir

Aku tak bisa lagi menafsir rindu
Semenjak kau tak ingin lagi menjadi kita
aku tak ‘kan lagi mampu mengurai kata menjadi cerita
karena akhirnya selalu derita
sebab aku, kau tak ‘kan lagi menjadi kita

Pulang

Aku pulang
dengan rindu yang kian memaksa untuk berlabuh

Aku pulang
dengan sesak yang kian melonggar

Aku pulang
entah tanah mana lagi aku mesti pulang jika bukan kau
tanah yang kuharapkan berlabuh dan menjadi pelonggar sesakku

    Muh Ihsan Tahir

    Mahasiswa Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Majene Yogyakarta (IPMMY) Periode 2016-2017.

    (see all)

    Share!