Ibu dan Rindu

Ibu dan Rindu
Foto: tribunnews.com

Di depan jendela ada jemala yang merindu
Merindu malaikat yang setia menjagaku
Malaikat itu bernama ibu
Surgaku ada di telapak kakimu, ibu

Suaramu adalah nasehat kehidupanku
Matamu adalah kepercayaan dari tingkah lakuku
Nafasmu adalah sumber kebahagiaanku
Dan kasih sayangmu adalah asa bagiku

Sementara intuisimu melihatku dari kejauhan
Memandangku di perantauan demi sebongkah ilmu pengetahuan
Lembut jari membelai kehidupan
Aku sangat rindu hangatnya pelukan

Di pelupuk mata, hati, dan jiwa
Air seakan membahasakan itu semua
Teringat ketika di kampung halaman sana
Mereka mengabrupsi dengan hati yang gulana

Waktu berjalan begitu cepat
Secepat kilat menyambar dengan pucat
Seorang anak tak terasa tumbuh begitu cepat
Namun sayang, membalas kebaikan ibu belum sempat

Ibarat guru kehidupan yang mengajarkan kedamaian
Relung hati putih tak terelakkan
Gumam doa di setiap sujud keindahan
Mengisyaratkan anaknya diberi keselamatan

Dentang nafas menyeruak dalam keikhlasan
Biarlah rindu ibu kusimpan tanpa belas kasihan
Semua akan terbalaskan dengan pulang dalam kesuksesan
Ketika itu pula ibu menyambut dengan senyuman

*Klik di sini untuk membaca artikel lainnya dari penulis.

    Latest posts by Muchsin Fadly (see all)