Indikator: Kepuasan Warga terhadap Kinerja Pemerintah Meningkat

Indikator: Kepuasan Warga terhadap Kinerja Pemerintah Meningkat
©Indikator

Nalar Politik – Indikator Politik Indonesia menemukan mayoritas warga merasa sangat puas/cukup puas (71,4 persen) dengan kerja Presiden Jokowi. Yang kurang/tidak puas sama sekali hanya 27,8 persen dan yang tidak tahu/tidak jawab 0,8 persen.

Meski tren kepuasan warga terhadap kinerja Presiden Jokowi tampak menurun sedikit, yakni dari 72 persen di November 2021 menjadi 71 persen di Desember 2021, tren ini masih bisa terbilang solid jika dibanding pada Juli 2021 yang hanya 59 persen.

“Kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi meningkat empat bulan terakhir,” jelas Indikator Politik Indonesia dalam rilis surveinya, 9 Januari 2022.

Secara sosio demografi, mayoritas yang merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi datang dari kelompok laki-laki, kurang dari 21 tahun, etnis Jawa, non-muslim, pendidikan rendah, pendapatan rendah, terutama di perdesaan. Secara wilayah, umumnya berasal dari Bali Nusa.

Untuk kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam enam bulan terakhir, tren kepuasan warga relatif tak berubah. Pada Desember 2021, yang menyatakan sangat/cukup puas 53 persen dan yang kurang/tidak puas sama sekali 42,7 persen.

“Lebih banyak yang merasa puas dengan kerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin, namun yang kurang puas juga cukup banyak.”

Terkait tingkat kepuasan warga terhadap demokrasi, mayoritas (77,3 persen) menilai sangat/cukup puas. Hanya 17,8 persen yang menilai sebaliknya dan yang tidak tahu/tidak jawab 4,9 persen.

“Mayoritas publik merasa sangat/cukup puas terhadap pelaksanaan atau praktik demokrasi di negara kita sejauh ini.”

Baca juga:

Berdasarkan trennya dalam setahun terakhir, ada kenaikan tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan demokrasi, yakni dari 53 persen pada Februari 2021 menjadi 77,3 persen di November 2021.

Sebaliknya, penurunan ketidakpuasan juga terlihat, yakni dari 42 persen menjadi 17,8 persen di periode yang sama.

Untuk soal kepercayaan warga terhadap institusi negara, masyarakat paling memercayai TNI (92 persen), kemudian Presiden (82 persen) dan Polri (74,1 persen). Yang paling tidak mendapat kepercayaan sama sekali adalah Partai Politik (52,9 persen).

“TNI merupakan lembaga yang paling dipercaya, baru kemudian Presiden dan Polri.”