Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham PT Freeport

Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham PT Freeport
Foto: @Jokowi

Nalar PolitikMelalui PT Inalum (Persero), negeri ini kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Presiden Jokowi. Kepemilikan saham besar ini akan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

“Ini merupakan momen yang bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973. Kepemilikan (saham) mayoritas ini akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Presiden Jokowi.

Seperti terkicau di akun Twitter Kantor Staf Presiden @KSPgoid, laporan tersebut memastikan bahwa PT Inalum telah membayar lunas pembelian 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia. Harga itu senilai USD3,85 miliar.

“Disampaikan bahwa saham PT Freeport 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar.”

Selain itu, Presiden Jokowi menegaskan, seluruh permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan dan smelter yang sempat menjadi ganjalan telah diselesaikan dan disepakati.

“Artinya, semua sudah komplet. Tinggal bekerja saja.”

Ditegaskan pula bahwa pendapatan dari sisi pajak maupun royalti dipastikan akan meningkat. Tak kalah penting, rakyat Papua turut mendapatkan bagian dari berbagai keuntungan yang akan diperoleh.

“Masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada. Tentu saja di Papua juga akan mendapatkan pajak daerahnya.”

Mendampingi Presiden Jokowi dalam konferensi pers ini, yakni Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri LHK Siti Nurbaya. Juga hadir Jaksa Agung M Prasetyo, serta Kepala BKPM Tom Lembong,

Hadir pula Kepala BPKP Ardian Adiperdana, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, dan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson. Mereka turut mendampingi Presiden Jokowi dan jadi saksi Indonesia jadi pemegang saham PT Freeport secara mayoritas.