Jadi Jokowi Itu Berat, Biar Aku Saja

Jadi Jokowi Itu Berat, Biar Aku Saja
Jokowi

Jika kamu atau anak kamu punya cita-cita ingin jadi Jokowi, jadi presiden di republik ini, maka saran Mimin: urungkan!

Bukan apa-apa. Jadi Jokowi itu berat. Kamu gak akan kuat. Biar Mimin saja.

Sebagai presiden, bahkan sebelum menggeser sang “Bapak Prihatin” Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jokowi sudah merasakan betul pahit-pahitnya selaku sasaran tembak para penyinyir sejati. Apa pun yang ia lakukan, benar atau salah, pasti tetap dinilai salah di mata orang-orang yang tidak bisa bersikap adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam tindakan.

Lihatlah ketika Jokowi berkunjung ke Afghanistan. Di sela agenda pertemuan bilateral antarnegara ini, Jokowi menyempatkan diri (di)jadi(kan) imam salat. Tapi, bukannya pujian yang ia dapat—ada sih, tapi sedikit, atau mungkin kurang menggema—, melainkan cemoohan berbalut nyinyiran.

Salah satu orang paling getol—dari dulu—yang menyerang Jokowi dalam hal ini adalah Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Ia sebut Jokowi telah melakukan upaya pencitraan melalui agenda bernuansa agama.

“Saya kira kalau jadi imam ya bagus-bagus saja. Saya kira itu pencitraan yang baguslah,” ujar Zon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Tak berhenti di situ, meski si Zon memandangnya pencitraan yang bagus, tetapi juga menilai laku Jokowi sebagai hal yang biasa-biasa saja.

“Kalau imam salat kan biasa ya. Presiden sebetulnya imam dari rakyat Indonesia. Dan imam itu harus bisa membawa apa yang diharapkan.”

Itu soal urusan salat. Belum lagi tentang nyinyiran berbalut tuduhan lainnya: kafir, komunis, dan lain sebagainya. Pokoknya, apa pun yang dilakukan Jokowi, di mata orang-orang seperti Zon itu, pastilah akan selalu salah. Eh, Mimin ralat deh: bukan pasti, tetapi cenderung.

Masih ingat, kan, nyinyiran Zon waktu anak Jokowi, Kahiyang Ayu, menikah? Di sini Zon juga melayangkan nyinyirannya via Twitter.

“Dalam 3 tahun, Jokowi menikahkan 2 anaknya. Tinggal 1 lagi. Semua Presiden RI lain kalah dalam soal ini. Kerja, kerja, kerja.” ~ @fadlizon (7/11/2017).

Sebulan sebelumnya (13/10/2017), nyinyiran Zon dibalut dalam setangkai puisi berjudul Tiga Tahun Kau Bertakhta. Begini bunyinya:

di manakah kau berada? 
meletakkan batu pertama
menggunting pita di berbagai kota
infrastruktur sini infrastruktur sana
entah punya siapa untuk siapa
tapi rakyat tetap susah
pengangguran melimpah
biaya hidup bikin marah
dan kau tetap sumringah
asyik bagi kartu dan sepeda
masih terus kampanye saja

Dan yang terbaru dari itu adalah soal impor beras. Rencana impor 500 ribu ton di akhir Januari 2018 itu dinilai Zon sebagai rencana yang membuktikan kacaunya tata kelola pangan di tangan pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi.

“Saya melihat kebijakan impor beras ini sangat aneh. Pernyataan pemerintah tidak ada yang sinkron satu sama lain.”

Begitulah nyinyiran orang yang tidak pernah mau bersikap adil pada Jokowi. Jadi, sekali lagi, jika kamu atau anak kamu punya cita-cita ingin jadi Jokowi, sebaiknya dipikirkan lagi. Jangan gegabah. Itu berat. Cukup Mimin saja yang punya cita-cita seperti itu. Ya, biar tidak ada saingan.

___________________

Artikel Terkait:
Mimin NP
Latest posts by Mimin NP (see all)