Kabar Baik untuk Sektor Industri, Kemenperin Apresiasi UU Cipta Kerja

Kabar Baik untuk Sektor Industri, Kemenperin Apresiasi UU Cipta Kerja
©Kadinjakarta

Nalar Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sangat mengapresiasi terbitnya UU Cipta Kerja. Pihaknya menilai kehadiran UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja merupakan kabar baik untuk pertumbuhan sektor industri.

Seperti disampaikan Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito, UU Cipta Kerja patut diapresiasi lantaran mendorong pertumbuhan sektor industri yang diketahui menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor industri selama ini memberikan sumbangsih signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional dan serapan pada pekerja.

“Kementerian Perindustrian sangat mengapresiasi terbitnya UU Cipta Kerja. Karena dengan memudahkan berusaha dan perbaiki iklim investasi akan menyebabkan percepatan penggerakan investasi di sektor industri dan menciptakan lapangan kerja di sektor industri,” kata Ignatius dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12).

Ia menjelaskan, UU Cipta Kerja berdampak sangat positif terhadap iklim investasi di sektor industri. Pada 2021, Kemenperin memproyeksi sektor industri pengolahan non-migas pulih dan bangkit tumbuh positif karena perubahan iklim investasi dan optimisme utilitas di sektor industri karena disahkannya UU Cipta Kerja.

“Tahun depan diharapkan bisa memulihkan pertumbuhan minus sektor ini. Karena kita melihat kebijakan dan lahirnya UU Cipta Kerja berdampak sangat positif pada iklim investasi maupun optimisme utilitas sektor industri.”

Apalagi saat ini, akibat wabah Covid-19, ada 9,77 juta angkatan kerja yang menganggur dan sebagian besar pekerja yang dirumahkan (5 jutaan) itu dari sektor industri.

Untuk itu, lahirnya UU Cipta Kerja dinilai bisa kembali menggairahkan iklim perekonomian lewat investasi yang secara langsung akan berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor industri.

“Dengan lahirnya UU Cipta Kerja, kawasan-kawasan industri bisa menjadi lokomotif untuk menggerakkan sektor industri maupun pertumbuhan ekonomi kita.” [an]