Kadrun Panas

Kadrun Panas
©YouTube

Nalar Warga – Baru tersiar berita Ahok bertemu dengan Erick Thohir, kegilaan “faktor Ahok” sudah langsung menjangkiti kelompok Kadrun and the gang. Atmosfir panas dan gila langsung mereka beli.

Seperti adegan ketika Simba (Lion King) pulang ke rumah, Scar, si paman, langsung panas dingin.

Menutupi groginya, para cecunguknya, para hyena, dikerahkan unjuk kekuatan. Berdemo dan berorasi atas nama penghuni surga. Demo ratusan, tagar digaungkan. Para penghuni tetap surga khusus menyempatkan diri turun dari langit ke tujuh demi kondusifnya suasana kesucian istana mereka.

“Si kafir dataaang… Usir dia…!!” Demikian kira-kira suasana Jakarta akan tenggelam dalam hiruk pikuk gegap gempita nyanyian surga dalam beberapa hari ke depan nanti.

Ahok benar telah membangunkan perlawanan dari biangnya radikal yang bersumbunyi (Kadrun). Mereka belum keluar, sama seperti Scar, si paman Simba, namun cecunguknya sudah menyanyikan mars perlawanan.

Ini baru permulaan. Akan datang dan datang lagi kroni-kroni yang lebih militan.

Desember adalah indikator yang digunakan Ahok ketika ditanya wartawan kapan dia gabung. 10 Desember adalah hari ulang tahun ke-62 Pertamina. Apakah ini ada kaitannya? Kita lihat saja.

Yang jelas, bila Ahok benar akan bergabung dengan BUMN bernilai 700 triliun rupiah dan merupakan Top 175 daftar Fortune Global 500 tersebut.

Baca juga:

Ahok adalah orang pilihan yang diminta oleh presiden untuk tugas khusus menyapu semua residu dan debu radikal yang telah bersarang di sana. Dan kemudian, dengan profesionalitas yang dimiliki, diharapkan akan mampu membawa Pertamina lebih maju.

KPK dengan skuad barunya, Firly dkk., sepertinya tidak harus susah payah melakukan penyadapan seperti yang biasa dilakukan pendahulunya. Penyadapan tidak lagi menjadi sarana yang terlalu penting. Sebab pencarian petunjuk dan barang bukti akan sudah dipersiapkan oleh Ahok dari dalam.

Firly hanya perlu menyiapkan bag dan berdiri di depan pintu menunggu prosesi acara pengarungan itu sendiri.

Di sisi lain, banyak yang berspekulasi, hadirnya Ahok, salah satunya, untuk mengerem laju ngambeknya SP yang belakangan mencoba-coba bermain dua kaki dengan petinggi PKS. Sebut saja Sonangol EP perusahaan minyak Angola tapi dimiliki taipan Cina yang misterius dan memiliki kedekatan dengan SP dan perusahaan minyak SER miliknya.

Setelah Petral bubar, pemerintah RI pernah menyepakati pembelian minyak mentah sebanyak 100 ribu barel dari Sonangol EP. Di Indonesia bahkan mendapatkan diskon sebesar 15 persen dari harga pasar. Namun diskon tersebut, hingga kini, belum terealisasi.

Bisa jadi isu Jaksa Agung yang tidak didapat oleh Nasdem setelah berkoalisi dengan Jokowi bukan satu-satunya masalah yang membuatnya kemarin sempat ngambek.

*Salma Brecht

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet

    Latest posts by Warganet (see all)