Kekuatan Politik Gelap di Balik Kampanye Hitam

Kekuatan Politik Gelap di Balik Kampanye Hitam
Amazon

Ada oknum tak bertanggung jawab yang sedang menjalankan kampanye kotor, kampanye hitam, untuk mendiskreditkan saya dan PSI. ~ Andy Budiman

Nalar WargaDalam dua hari terakhir, saya mendapatkan sejumlah pesan yang meminta klarifikasi soal penempelan stiker saya di helm dan juga motor sejumlah tamu di parkiran Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pemilik helm juga sepeda motor yang merasa tidak nyaman dan dirugikan dengan aksi tersebut.

Saya ingin menegaskan bahwa relawan saya dipastikan tidak mungkin melakukan perbuatan tidak terpuji itu karena mereka diawasi secara ketat oleh para supervisor, dan dibekali cara sosialisasi yang benar.

Apalagi, sejak 22 Maret 2019 yang lalu, kegiatan seluruh relawan sudah dihentikan. Sehingga dipastikan tidak ada lagi aktivitas sosialisasi membagikan alat kampanye seperti stiker.

Saya menduga, ada oknum tak bertanggung jawab yang sedang menjalankan kampanye kotor, kampanye hitam, untuk mendiskreditkan saya dan PSI. Mereka adalah orang yang tidak mau melihat PSI yang punya visi tegas dalam pemberantasan korupsi dan melawan kaum intoleran ini makin besar dan mendapat dukungan makin luas.

Mereka adalah kekuatan gelap yang khawatir dengan agenda PSI melawan korupsi dan intoleransi. Khawatir dengan meluasnya simpati publik terhadap agenda perbaikan politik yang sedang kami tawarkan. Mereka adalah orang yang takut kelanggengan posisi politik mereka terganggu.

Saya sangat prihatin dengan peristiwa ini. Prihatin karena gaya politik usang yang menggunakan cara-cara kotor masih dipraktikkan. Prihatin karena politik masih saja dipenuhi dengan fitnah dan hoaks.

Tetapi tekanan seperti ini tidak akan membuat saya mundur. Kejadian ini justru memberi semangat bagi saya dan PSI, menebalkan keyakinan bahwa langkah kami benar, bahwa nilai yang kami percaya memang patut diperjuangkan, dan kami akan terus maju untuk mendobrak kebekuan politik.

Salam Solidaritas

*Andy Budiman

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet
    Share!