Kenapa Orang Beragama Cenderung Terbelakang?

Orang Beragama Cenderung Terbelakang
Foto: Index.hu

Nalar PolitikIni fenomena aktual tentang orang beragama. Di negara-negara yang mayoritas warganya menganggap agama sangat penting dalam kehidupan, mereka justru tertinggal jauh di berbagai aspek. Orang-orang beragama, terutama secara ekonomi, cenderung tampil sebagai kaum yang terbelakang.

Fenomena ini kemudian jadi bahan pertanyaan besar di benak peneliti SMRC Saidiman Ahmad. Melalui akun Twitter-nya, ia lalu membandingkan dengan negara-negara yang warganya menganggap agama tidak terlalu penting, dan menemukan hal yang begitu timpang.

“Mereka cenderung lebih maju. Kenapa? Bisakah agama berjalan seiring dengan kemajuan?” kicau @saidiman.

Pengamat politik ini juga mengakui, setiap data seperti di atas disodorkan kepada mereka yang menganggap agama sangat penting dalam kehidupan, maka selalu saja ada yang respons bahwa orang-orang beriman memang hidup seperti itu: terbelakang di dunia, tetapi akan maju di akhirat.

“Ingin kujawab begini: Lha, kalau di dunia saja terbelakang, apalagi di akhirat nanti. Tetapi takut dianggap kurang sopan.”

Terkait pertanyaan kenapa orang beragama cenderung terbelakang, ada satu kemungkinan jawaban yang Saidiman sampaikan, yakni karena orang-orang beragama sudah menemukan kebenaran. Tetapi jawaban seperti ini, menurut Saidiman, akan membuat orang cenderung menutup diri dari dunia luar.

“Tidak lagi mau belajar. Menganggap pengetahuan dari pihak lain sudah pasti salah atau sesat. Karena itu, tak ada kemajuan.”

Share!