Kerja Sama Memelihara Pancasila: Kaum Muda Perlu Belajar

Kerja Sama Memelihara Pancasila: Kaum Muda Perlu Belajar
©Artikula

Kerja Sama Memelihara Pancasila: Kaum Muda Perlu Belajar

Kemerdekaan bangsa Indonesia sejak 78 tahun yang lalu tak pernah lepas dari Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila merupakan salah satu dari keempat pilar negara yang menjadi penyokong kehidupan berbangsa dan bernegara, agar bangsa ini hidup dalam kedamaiaan, kenyamanan serta sejahtera dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum kemerdekaan pun, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sudah dihidupi oleh para leluhur dan diwariskan secara turun-temurun. Pancasila sebagai dasar negara sangat kaya akan nilai-nilai luhur kehidupan.

Bangsa Indonesia memiliki banyak agama dan aliran kepercayaan. Namun dengan adanya sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), bangsa kita mengakui adanya satu Tuhan.

Indonesia juga merupakan negara berkembang yang terdiri dari berbagai golongan masyarakat yang mempunyai profesi yang berbeda-beda. Namun dengan adanya sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab), kita dituntun untuk selalu mengikuti perkembangan zaman secara bertanggung jawab dan selalu memperjuangkan keadilan dalam hidup.

Bangsa Indonesia juga merupakan bangsa yang kaya akan keragaman adat istiadat, budaya dan bahasa. Namun dengan adanya sila ketiga (Persatuan Indonesia), kita diajak untuk mencintai persatuan bangsa Indonesia.

Selanjutnya, bangsa kita juga hidup dalam kebebasan berdemokrasi atau mengungkapkan pendapat. Dengan adanya sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), kita diajak untuk menyadari batas keleluasaan kita sebagai rakyat dan belajar untuk mempercayai mereka yang telah dipilih atau terpilih sebagai wakil rakyat.

Dan salah satu alasan penting para leluhur memperjuangkan kemerdekaan 78 tahun silam ialah supaya rantai ketidakadilan diputuskan. Sehingga dalam sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), kita diajak untuk selalu menjunjung tinggi nilai keadilan sosial. Betapa kayanya nilai-nilai luhur kehidupan yang terkandung dalam Pancasila.

Baca juga:

Bangsa Indonesia yang beragam ini memiliki pulau, suku, budaya, dan bahasa yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Merujuk pada sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, data menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa.

Sementara menurut Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, terdapat 17.504 pulau yang termasuk kedalam wilayah kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang mana 16.056 pulau di antaranya telah dibukukan namanya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga Juli 2017.

Sedangkan untuk bahasa daerah di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sampai dengan Agustus 2020, menunjukkan bahwa jumlah bahasa daerah di Indonesia yang umum digunakan di provinsi-provinsi berjumlah 718 bahasa daerah.

Data tersebut hanya menunjukkan jumlah bahasa daerah yang secara umum digunakan dalam provinsi-provinsi. Artinya, belum terhitung dengan bahasa-bahasa daerah yang digunakan suku-suku tertentu di pedalaman. Hal ini menunjukkan bahwa masih begitu banyak bahasa daerah yang digunakan di Indonesia selain data yang dihasilkan di atas.

Jumlah untuk warisan budaya Takbenda (WBTb) yang terdiri dari beragam tradisi lisan dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat-istiadat masyarakat, ritus, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.

Data yang dihasilkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukan bahwa tahun 2013 jumlah benda yang masuk kategori WBTb sebanyak 77 karya budaya, tahun 2014 sebanyak 96 karya budaya, tahun 2015 mencatatkan 121 karya budaya, tahun 2016 dan tahun 2017 menetapkan 150 karya budaya. Dan total WTBb yang dimiliki bangsa Indonesia berjumlah 819 karya budaya.

Dari data-data yang dihasilkan di atas, nyatanya ada perubahan peningkatan yang terjadi dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak kekayaan suku, budaya dan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia yang membutuhkan waktu untuk dapat menggalinya secara lebih mendalam dan mendetail.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang luas dan sangat beragam. Dari data-data di atas telah membuktikannya. Namun, kenyataan tersebut tidak serta-merta dapat menjamin terciptanya keutuhan dan kesatuan bangsa dengan sendirinya. Tentu diperlukan usaha dan aksi nyata yang dapat mendukung terciptanya keutuhan dan kesatuan bangsa.

Halaman selanjutnya >>>