Kesombongan Arteria Dahlan (PDIP) Menghabisi KPK

Kesombongan Arteria Dahlan (PDIP) Menghabisi KPK
©BC

Nalar Warga – Arteria Dahlan (PDIP) kemarin di ILC sombong banget menghina Febri Diansyah (jubir KPK) dalam debat soal Revisi UU KPK. Arteria bilang, “kamu anak muda gak ngerti; komisioner bukan, penyidik bukan, sok menjelaskan penyidikan.”

Arteria bilang, KPK menyebarkan hasil penyadapan telepon perselingkuhan di depan pengadilan. Arteria bilang: “Anda punya anak dan istri tidak? Ini, kan, mempermalukan?”

Lucunya, pas Febri minta bukti soal itu, Arteria cuma bilang, “Nanti saya berikan.”

Arteria bilang korupsi di Indonesia bukan extraordinary crime, tapi cuma serious crime. “Extraordinary crime itu genosida,” kata dia mengajari Febri.

Ada banyak lagi yang dia bilang. Saya gak dengar dari awal khotbahnya. Tapi kata teman saya, dia juga bilang para profesor yang menandatangani penolakan Revisi UU KPK, tidak baca dan tidak paham isi Revisi UU itu.

Gayanya bukan gaya wakil rakyat. Sombong. Intimidatif. Membuat kita layak makin curiga kenapa dia ngotot banget. Ini suara Arteria Dahlan atau suara PDIP? Atau suara DPR?

Revisi ini jelas mencurigakan. Diselundupkan di minggu-minggu terakhir untuk langsung disetujui Paripurna DPR.

Revisi ini harus dibicarakan serius karena menyangkut perang melawan sebuah bentuk kejahatan luar biasa yang selama puluhan tahun menghancurkan Indonesia. Kalau Arteria dkk bilang kami yang menolak Revisi UU tidak baca isi UU, maka DPR seharusnya melibatkan publik agar publik tahu dan menilai dengan objektif.

Seluruh proses dan isi Revisi UU ini buruk. Tapi juga sangat bisa dipahami mengingat kasus2 seperti korupsi berjemaah E-KTP memang terjadi di DPR.

Mudah-mudahan Pak Jokowi tidak terjebak oleh permainan pihak-pihak yang ingin memandulkan perang melawan korupsi di Indonesia.

*Ade Armando