Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Penularan Covid-19

Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Penularan Covid-19
©Radar Bandung

Nalar Politik – Klaster demo akan memicu lonjakan penularan Covid-19. Hal ini disampaikan Adib Khumaidi, Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia.

“Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid-19.”

Apalagi diketahui bahwa peristiwa demonstrasi yang mempertemukan ribuan bahkan puluhan ribu orang tersebut, sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik, namun juga tidak mengenakan masker.

“Ditambah banyaknya kemungkinan peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda; jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya.”

Hal yang sama turut disampaikan Dicky Budiman. Menurut Epidemolog Universitas Griffith Australia ini, klaster demo hanya akan mempercepat penularan Covid-19.

“Demonstran datang ke lokasi demo secara bersama-sama, naik bus, truk, atau KRL. Jaga jarak tak mungkin diterapkan. Mobilitas massa yang besar ini mempercepat penyebaran Covid-19. Akan ada lonjakan dalam waktu dekat.”

Terlebih diketahui pula, dalam aksi tolak UU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu, sejumlah demonstran kedapatan positif terinfeksi virus Corona.

“Kalau mengabaikan protokol kesehatan, secara sengaja membuat kerumunan, mereka bukan hanya melanggar peraturan, tetapi membahayakan diri dan juga keluarga yang mereka sayangi.”

Sementara, bagi Epidemolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono, pasien Covid-19 akibat demo bisa bertambah 6 ribu per hari. Hal itu akan terjadi jika demo terus berlangsung dalam waktu lebih dari seminggu, di mana penambahan jumlah pasien akan bisa semasif Amerika Serikat yang melonjak ketika terjadi demo antirasis.

“Kalau demo ini berlanjut hingga seminggu, satu bulan bisa kayak di AS. Tapi kalau sekarang berhenti 2-3 hari ke depan, akan nambah kasusnya 5-7 ribu. Jangan sampai seminggu atau sebulan.”

Sumber: Liputan6 & CNBC Indonesia