Konflik Ukraina – Pergulatan Midgame

Konflik Ukraina - Pergulatan Midgame
©Foreign Policy

Nalar Warga – Konflik sudah masuk dalam Midgame. Biasanya jika permainan awal mengagetkan, midgame biasanya fase yang benar-benar bikin capek, dan umumnya paling lama dalam semua jenis pertarungan.

Untuk mengerti paradigma konflik ini, apa dan mengapa, lebih baik membaca tulisan sebelumnya, Impian Amerika: Perang Dingin Baru.

Saat ini, makin banyak hambatan untuk mendapatkan foto dari pihak Rusia. Beberapa hari silam, media sosial Amerika melakukan sensor-sensor sadis atas info-info dari Rusia. Sekarang kelihatannya sensor-sensor meluas sampai ke tingkat Internet, banyak situs & service yang tak bisa terakses.

Dengan demikian, info-info lansiran media Barat makin tidak sukar terverifikasi, narasi makin liar, sukar kita percaya, karena banyak yang tidak masuk akal dan tidak klop. Sering saya harus mengintip info-info dari Cina malah, soalnya di sana ada ekosistem Internet lain.

Sekarang sudah terpapar di depan kita, kira-kira Midgame konflik Ukraina seperti apa. Pada awal mulanya, mereka banyak menggali parit sepanjang garis kontak. Karena itu saya deja vu dengan Perang Parit WW1.

Ternyata setelah pasukan Rusia dan republik-republik Donbass maju, banyak pasukan dan milisi Ukraina yang meninggalkan garis depan, masuk ke kota-kota permukiman penduduk, di mana mereka bercampur dengan penduduk. Kejadian ini mirip dengan perlawanan melawan Israel di Timur Tengah.

Karena pihak Rusia berusaha meminimalkan jumlah korban sipil, akhirnya midgame ini terasa masing-masing pihak terjebak dalam posisi masing-masing. Pasukan Rusia dan Donbass mengepung kota-kota dari perimeter luar, sedangkan pasukan Ukraina bertahan di dalam kota di tengah penduduk.

Karena itulah penduduk mengalami masalah untuk mengungsi; jika penduduk kosong di satu wilayah, maka wilayah itu rentan diserang oleh pihak Rusia. Karena itulah sekarang perundingan lebih banyak membahas koridor kemanusiaan.

Kenapa pihak Rusia berusaha menghindar banyaknya korban sipil? Karena jika banyak korban sipil, hantaman politik dan pencitraan bagi Rusia di mata dunia besar sekali. Sampai saat ini, tidak banyak bahan yang bisa Ukraina pakai untuk menghantam karena korban memang kurang.

Faktor kedua adalah, Rusia ingin “menjinakkan” wilayah ini. Korban sipil yang banyak melahirkan rasa dendam dan kebencian, yang akan menyulitkan di masa depan. Karena itulah terlihat Rusia lebih berhati-hati.

Jadi ternyata Midgame/Permainan Tengah dalam konflik ini adalah bukan Perang Parit ala Perang Dunia I, tetapi pengepungan kota dan perang kota. Jika membaca dalam sejarah, pengepungan kota itu bisa lama sekali, benar-benar melelahkan. Pasukan yang mengepung menutup supply masuk kota.

Karena itulah pihak Ukraina juga meminta koridor kemanusiaan yang lain, yaitu masuknya supply bagi kota yang terkepung. Sedangkan pihak Rusia ingin koridor kemanusiaan bagi pengungsian penduduk kota keluar kota. Memang lebih baik koridor itu dua arah seperti ini.

Sudah tentu pihak Rusia akan memutuskan supply senjata dan amunisi ke dalam kota, juga supply pasukan Ukraina yang baru masuk menggantikan yang sudah semaput dan capek. Kita tidak bisa meramal berapa lama midgame ini akan berlangsung. Di zaman ratusan tahun silam, bisa berbulan-bulan.

Tetapi zaman kini di mana pihak negara lain tidak bisa tahan menunggu lama untuk konflik yang begitu menyita perhatian dunia, maka pihak Rusia yang lebih mendapat tekanan untuk bisa menguasai kota lebih cepat. Pihak Ukraina menggunakan waktu midgame ini untuk diplomasi meminta bantuan.

Sementara itu, laskar asing mulai masuk Ukraina. Siapakah laskar-laskar asing itu? Pertama, katanya ada tentara bayaran, misalnya dari Kroasia. Lalu Relawan yang umumnya terdiri dari veteran-veteran prajurit dari berbagai negara. Kemudian katanya ada pemberontak/ISIS Suriah yang Sekutu latih.

Jadi Midgame ini sering rada membosankan, karena terdiri dari maju mundur pelan-pelan. Cuma lebih enak daripada midgame Perang Afghanistan yang belasan tahun lamanya. Midgame Perang Afghanistan benar-benar membosankan, karena serdadu Amerika ngumpet terus di barak jarang keluar.

Halaman selanjutnya >>>
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)