Kualitas SDM Akan Merosot Jika Anggaran Agama Lebih Tinggi dari Riset dan Pendidikan

Kualitas SDM Akan Merosot Jika Anggaran Agama Lebih Tinggi dari Riset dan Pendidikan
©B1

Nalar Politik – Saidiman Ahmad menyayangkan alokasi anggaran negara tahun 2020. Menurutnya, jika tujuan pemerintah adalah pengembangan sumber daya manusia, maka alokasi anggaran untuk bidang riset dan pendidikan harus lebih banyak dari anggaran agama.

Tetapi faktanya, pemerintah malah menempatkan anggaran untuk urusan agama di atas kementerian yang jauh lebih berguna dan mengena. Hal ini, bagi Saidiman, menyalahi tujuan peningkatan kualitas SDM Indonesia.

“Bagaimana menjelaskan anggaran untuk urusan agama lebih tinggi dari anggaran untuk pendidikan, kesehatan, riset, dan pengembangan teknologi? Saya tidak yakin peningkatan kualitas sumber daya manusia bisa dicapai dengan postur anggaran begini.”

Peneliti Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) ini pun lalu membandingkan bagaimana pemerintah negara tetangga, yakni Malaysia, justru berusaha meniadakan wilayah privat ini sebagai misinya. Sementara Indonesia, anggaran untuk itu malah dinaikkan.

“Di Malaysia, Mahathir Mohamad justru ingin kurangi pendidikan agama untuk memajukan negerinya. Di sini, anggarannya malah dinaikkan 10 persen dalam setahun.”

Sebelumnya beredar laporan dari The Jakarta Post bertajuk After resource boom, Jokowi turns to humans of RI. Dalam artikel tersebut, skema penganggaran tahun 2020 memang memperlihatkan peningkatan anggaran untuk Kementerian Agama naik 10,44 persen; dari 49,8 persen di tahun 2019 menjadi 55,0 persen di tahun 2020.

Sementara untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, kenaikannya hanya sebesar 3,75 persen; dari 40,0 persen di tahun 2019 menjadi 41,5 persen di tahun 2020.

Adapun Kementerian Budaya dan Pendidikan, capaian angkanya dari 35,1 persen di tahun 2019 menjadi 35,7 persen di tahun 2020; naik sebesar 1,71 persen. [tw]

Alokasi-anggaran-agama-2020